Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cara Rumah BUMN Yogyakarta Bangkitkan UMKM di Masa Pandemi, Dorong Digitalisasi

Cara Rumah BUMN Yogyakarta Bangkitkan UMKM di Masa Pandemi, Dorong Digitalisasi Pameran produk UMKM di Jogja. ©2023 Merdeka.com/Shani Rasyid

Merdeka.com - Masa pandemi merupakan masa suram bagi para pelaku usaha. Banyak usaha yang gulung tikar di tengah kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diberlakukan pemerintah.

Namun di sisi lain, adanya pandemi COVID-19 melahirkan sebuah transformasi digital pada para pelaku usaha. Ini yang diungkap Subkhi Rifa’i, CEO Muda Rumah BUMN Yogyakarta.

Subkhi mengatakan, Rumah BUMN Yogyakarta mendampingi sebanyak 3.000-4.000 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tersebar di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebelum pandemi, hanya 10-20 persen pelaku UMKM yang melakukan transformasi digital. Namun adanya pandemi menyebabkan terjadinya transformasi besar-besaran. Dalam setiap sesi pendampingan, para UMKM diarahkan untuk melakukan digitalisasi pada usaha mereka. Kini sudah ada 60 persen UMKM binaan Rumah BUMN Yogyakarta yang telah melakukan digitalisasi.

“Karena pandemi mereka dipaksa melakukan digitalisasi. Makanya setelah itu perkumpulan UMKM yang digital tumbuh ekspansial. Pada tahun 2023 ini arah kegiatan kita adalah bagaimana mengoptimalisasi platform-platform yang mereka punya,” kata Subkhi saat ditemui Merdeka.com di Rumah BUMN Yogyakarta pada Jumat (5/5).

Saat pandemi COVID-19, tim dari Rumah BUMN Yogyakarta mengarahkan para pelaku UMKM untuk mencari pangsa pasar baru. Bila sebelumnya mereka hanya memasarkan produk untuk wilayah Yogyakarta, saat pandemi merebak mereka mau tidak mau harus mencari pangsa pasar di luar Yogyakarta.

subkhi rifa039i ceo muda rumah bumn yogyakartaSubkhi Rifa'i, CEO Muda Rumah BUMN Yogyakarta

©2023 Merdeka.com

Lebih lanjut, mereka juga didorong untuk menggunakan media sosial dalam berjualan dan memasarkan produknya, seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, dan platform media sosial lainnya. Walaupun tidak menghasilkan pendapatan sebesar yang bisa mereka dapatkan sebelum pandemi, namun setidaknya aliran uang mereka bisa tetap mengalir dan usaha mereka tidak mati. Karena pelaku UMKM terdiri dari berbagai macam latar belakang usia, adaptasi yang mereka lakukan tidak semuanya bisa berjalan beriringan.

“Karena masa pandemi semua sesi pendampingan kami lakukan secara online. Ada UMKM yang pertumbuhannya signifikan, ada pula yang bertahap. Mereka didorong untuk mencari pangsa pasar baru untuk produk mereka, baik yang domestik maupun luar negeri,” kata Subkhi.

Selain itu, Rumah BUMN juga mengadakan program inkubasi Digital Marketing Progam. Melalui program ini, para pelaku UMKM yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu yang belum melek digital dipertemukan dengan mahasiswa yang menggeluti ilmu dan tertarik di bidang pemasaran digital. Setelah dipertemukan, mereka bisa membangun kerja sama bisnis yang dapat mendorong transformasi digital pada UMKM. (mdk/shr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP