Cara Menyapih Anak dengan Metode WWL, Efektif

Kamis, 6 Oktober 2022 11:32 Reporter : Ayu Isti
Cara Menyapih Anak dengan Metode WWL, Efektif Ilustrasi menyusui. Shutterstock/Vitalinka

Merdeka.com - Memberikan ASI eksklusif pada bayi merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi dan dijalankan dengan baik oleh seorang ibu. Selama 6 bulan pertama, ASI mempunyai peranan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Di samping itu, ASI merupakan satu-satunya asupan yang dapat diberikan dan dikonsumsi bayi pada awal pertumbuhannya.

Namun, setelah bayi berumur 2 tahun, ibu disarankan untuk segera menyapih anak dari kebiasaan menyusu. Batas 2 tahun ini sudah berdasarkan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia, di mana ibu sudah memberikan manfaat yang optimal dari pemberian ASI kepada anak. Selanjutnya, penyapihan perlu dilakukan untuk melatih anak mengenal makanan lain yang lebih bervariasi.

Meskipun tidak mudah, namun terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menyapih anak dengan mudah. Salah satunya menggunakan metode Weaning with Love, atau menyapih dengan cinta. Cara menyapih anak dengan metode WWL ini menggunakan pendekatan lembut yang penuh dengan kasih sayang.

Dalam metode ini, ibu dilarang memplester, mengoleskan obat merah, kunyit, atau makanan pahit pada payudara agar anak tidak mau lagi menyusu. Sebaliknya, metode WWL mengedepankan komunikasi yang baik pada anak serta sikap kasih sayang sehingga secara bertahap anak dengan sendirinya berhenti menyusu.

Dari berbagai sumber, berikut kami merangkum cara menyapih anak dengan metode WWL bisa Anda praktikkan.

2 dari 4 halaman

Cara Menyapih WWL: Komunikasi Sedini Mungkin, Jangan Berbohong, Jangan Menawarkan

  • Komunikasi Sedini Mungkin

Cara menyapih anak dengan metode WWL yang pertama adalah dengan berkomunikasi sedini mungkin. Ketika usia anak mendekati 2 tahun, Anda bisa mulai berkomunikasi dengan anak, memberikan pemahaman bahwa sebentar lagi anak harus berhenti dari kebiasaan menyusu.

Jelaskan alasan yang baik kenapa anak harus berhenti menyusu. Dalam hal ini, setiap ibu harus pintar memilih kata-kata sederhana yang mudah dipahami anak, sehingga pesan tersampaikan dengan baik.

  • Jangan Berbohong

Cara menyapih anak dengan metode WWL berikutnya adalah dengan tidak berbohong. Dalam hal ini, hindari menempelkan plester, mengoleskan obat merah, kunyit, atau makanan pahit pada payudara agar anak berhenti menyusu. Meskipun terkadang efektif, namun cara ini tidak baik untuk psikologis anak.

Di mana anak akan merasa bersalah ketika melihat payudara Anda berwarna merah karena obat merah yang dioleskan. Atau anak merasa terkejut dengan rasa payudara yang pahit tidak seperti biasanya. Ini pada akhirnya akan membuat anak takut, sehingga utamakan cara-cara yang lembut dan penuh kejujuran.

  • Jangan Menawarkan

Cara menyapih anak dengan metode WWL selanjutnya dengan tidak menawarkan. Jika anak sudah hampir berusia 2 tahun, mulailah untuk tidak menawarkan anak menyusu setiap kali ingin tidur atau menangis. Meskipun begitu, ketika anak meminta, Anda sebaiknya juga tidak menolak agar anak tidak kaget.

Sebagai alternatif, saat anak tidak minta untuk menyusu, Anda bisa mengalihkan dengan memberikan minum air putih, makan buah-buahan, atau bermain. Saat menjelang tidur, Anda bisa mencoba aktivitas lain yang menyenangkan bagi anak, seperti mengelus punggung, menepuk kaki, atau membaca cerita.

3 dari 4 halaman

Cara Menyapih WWL: Memberikan Kata-Kata Positif, Tetap Dekat

  • Memberikan Kata-Kata Positif

Memberikan kata-kata positif atau hipnoterapi juga termasuk salah satu cara menyapih anak dengan metode WWL yang perlu Anda lakukan. Selain mengomunikasikan sejak dini, Anda juga perlu memberikan kata-kata baik dan positif dengan nada yang lembut dan penuh kasih sayang.

Berikan pemahaman anak, ketika nanti sudah berusia 2 tahun maka harus berhenti menyusu karena sudah besar. Sampaikan pula bahwa Anda sayang kepada anak dan ingin anak tumbuh dengan baik. Jika dilakukan secara rutin, ini bisa menjadi sugesti yang akan tersimpan pada memori otak anak. Ini bisa dilakukan malam hari menjelang tidur.

  • Tetap Dekat

Cara menyapih anak dengan metode WWL selanjutnya yaitu tetap dekat dengan anak. Berhenti menyusui bukan berarti Anda harus menjauh dari anak agar anak tidak minta menyusu. Hal ini akan membuat anak kaget dan merasa sedih karena jauh dari ibunya.

Sebaliknya, usahakan untuk terus ada dan dekat dengan anak agar anak tidak merasa kehilangan sosok ibu. Meskipun menangis karena disapih, Anda tetap harus menemani anak sehingga anak tidak merasa kesepian.

4 dari 4 halaman

Cara Menyapih WWL: Berikan Kasih Sayang, Sabar

  • Berikan Kasih Sayang

Cara menyapih anak dengan metode WWL juga perlu dilakukan dengan memberikan kasih sayang. Saat Anda mulai menyapih anak, usahakan untuk lebih banyak mencium, memeluk, menemani anak, dan memberikan kata-kata positif. Sebab, dengan berhenti menyusu, tentu anak merasakan perubahan yang tidak nyaman sehingga anak sering kali menangis.

Tetap selalu ada di dekatnya, selama proses peralihan tersebut. Selain itu, dengan memberikan kasih sayang penuh pada anak, bisa membantu anak merasa lebih nyaman sehingga bisa melewati masa penyapihan dengan baik.

  • Sabar

Cara menyapih anak dengan metode WWL yang terakhir namun tidak kalah penting adalah dengan menguatkan diri tetap sabar. Bukan hanya anak yang mengalami kondisi sulit, setiap ibu yang mulai menyapih anaknya juga merasa sedih dan tidak tega ketika melihat anaknya menangis minta menyusu.

Meskipun begitu, kuatkan niat demi pertumbuhan anak yang lebih baik. Selalu dampingi anak, berikan kasih sayang dan kata-kata positif, bahwa Anda memahami rasa sedih anak, namun Anda akan selalu menemani dan menyayanginya. Pada akhirnya proses penyapihan ini tidak berlangsung lama dan bisa terlewati dengan baik.

[ayi]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini