Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cara Menghilangkan Jerawat Sesuai dengan Jenisnya

Cara Menghilangkan Jerawat Sesuai dengan Jenisnya Ilustrasi jerawat hormonal. © Shutterstock

Merdeka.com - Jerawat merupakan masalah utama pada kulit manusia yang kerap dikeluhkan. Pasalnya, munculnya jerawat ini bisa menyebabkan penampilan seseorang menurun. Apabila salah menanganinya, jerawat juga bisa meninggalkan bekas.

Bekas ini bermacam-macam, ada yang lambat laun menghilang, namun tak jarang yang membentuk jaringan parut sehingga membuat kulit wajah seseorang terlihat tidak rata dan halus.

Jerawat disebabkan oleh banyak hal terutama hormon, bakteri, dan penumpukan kulit mati. Jenisnya pun beragam dan memiliki cara penanganan yang berbeda-beda.

Berikut cara menghilangkan jerawat sesuai dengan jenisnya dilansir dari Thehealthy:

Whiteheads

jerawat whiteheads

2020 Merdeka.com/allure.com

Salah satu jenis jerawat yang cukup dikenal yaitu jerawat jenis whiteheads. Whiteheads terjadi ketika lapisan tipis kulit menutupi pori-pori yang tersumbat oleh sel-sel mati atau puing-puing, dan menciptakan benjolan putih bundar pada kulit, seperti yang dijelaskan oleh Joel Schlessinger, MD, dokter kulit di Omaha.

Jenis jerawat ini disebabkan oleh berbagai faktor, yang paling umum termasuk penumpukan minyak, sel-sel kulit mati, dan perubahan hormon.

"Apa pun yang Anda lakukan, tahan keinginan untuk memencetnya, karena hal itu dapat menyebarkan bakteri penyebab jerawat dan bahkan dapat menyebabkan jaringan parut," kata Dr. Schlessinger.

Cara terbaik untuk mengobati whiteheads adalah menjaga daerah di sekitar mereka bebas dari bakteri dan sel-sel kulit mati. Kebanyakan whiteheads secara alami hilang dalam waktu sekitar satu minggu, tetapi jika tidak, Dr. Schlessinger merekomendasikan pembersihan di pagi dan sore hari dengan pembersih wajah yang mengandung salicylic dan asam glikolat.

Blackheads

jerawat blackheads

2020 Merdeka.com/ thisisinsider.com

Blackheads atau komedo hitam disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat dan produksi minyak berlebih karena perubahan hormon. Blackheads menyebabkab pori-pori tampak hitam karena tersumbat.

Dr. Schlessinger merekomendasikan penggunaan retinol yang dijual bebas atau retinoid yang lebih kuat dengan resep dokter yang akan membantu mendorong pergantian sel dan mencegah pori-pori tersumbat dengan sel kulit mati dan minyak.

Namun untuk mencegah bakteri menyebar, disarankan untuk tetap pergi ke dokter kulit yang bisa menanganinya secara higienis.

Jerawat T- Zone

jerawat t zone

2020 Merdeka.com/watsons.com.my

Jerawat yang muncul di dahi, hidung, dagu dalam formasi T-Zone, sangat umum terjadi pada sebagian besar orang. Jerawat ini sering disebabkan oleh polusi dan paling sering menghasilkan jerawat merah dan whiteheads.

"Whiteheads biasanya ditemukan di daerah T-zone, sehingga produk yang dijual bebas yang mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida, dan retinoid bisa digunakan untuk meredakan jenis jerawat ini," kata Dendy Engelman, MD, seorang dokter kulit di Manhattan Dermatology and Cosmetic Surgery, New York City.

Jerawat Hormonal

011 tantri setyorini

Shutterstock

Jerawat hormonal tidak hanya terjadi pada remaja atau saat masa pubertas.

"Jenis jerawat ini muncul karena kelebihan minyak yang dihasilkan hormon, sehingga terjadi penumpukan, pori-pori tersumbat, dan selanjutnya menyebabkan jerawat," kata Dr. Engelman.

Untuk perempuan yang menggunakan kontrasepsi oral harus bisa menyeimbangkan kadar hormon karena dan rajin membersihkan kulit wajah, karena ketidakseimbangan hormon dapat memicu munculnya jerawat.

Co-cyprindiol adalah pengobatan hormonal yang dapat digunakan untuk jerawat yang semakin parah yang tidak merespons antibiotik.

Jerawat Pustula

jerawat pustula

2020 Merdeka.com/amblesidedermedics.com

Pustula adalah benjolan berisi cairan atau nanah pada kulit yang merupakan akibat dari infeksi bakteri di dalam pori-pori.

"Sementara tingkat keparahannya bervariasi, tergantung pada berapa banyak yang muncul dan seberapa cepat mereka terbentuk. Pustula yang lebih kecil akan berkurang secara alami dan dapat diobati dengan produk yang dijual bebas yang mengandung asam salisilat," kata Dr. Schlessinger.

Jika kulit Anda rentan terhadap pustula, penting untuk menjadikan perawatan jerawat bagian dari rutinitas harian Anda.

Jerawat Papula

jerawat papula

2020 Merdeka.com/amblesidedermedics.com

Benjolan kecil berwarna merah pada kulit ini sering muncul dengan jumlah yang banyak dan bisa sangat menyakitkan. Jerawat jenis ini terlihat bintik-bintik merah seperti digigit nyamuk.

Untungnya, jerawat jenis ini merespons relatif baik terhadap obat-obatan seperti antibiotik atau perawatan topikal seperti tretinoin.

Retinol juga bisa meredakan jenis jerawat papula ini.

Jerawat Kistik

jerawat kistik

2020 Merdeka.com/cosmo.ph

Jerawat Kistik adalah salah satu jenis jerawat yang biasanya terjadi jauh di bawah permukaan kulit dan sangat menyakitkan.

"Seperti kebanyakan noda, jerawat jenis ini terjadi ketika pori-pori tersumbat oleh minyak dan sel-sel kulit mati, tetapi terjadi infeksi yang lebih dalam di kulit, dan menghasilkan benjolan merah besar yang berisi cairan," kata Dr. Schlessinger.

Jerawat kistik biasanya hasil dari perubahan hormon, itulah sebabnya jerawat ini paling umum terjadi pada remaja, meskipun dapat memengaruhi orang-orang dari segala usia.

Tidak seperti whiteheads, jerawat kistik harus dikonsultasikan pada dokter kulit karena bisa bertambah parah.

Jerawat Fulminans

(mdk/amd)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP