Burung Merpati Asal Tegal Terjual hingga Rp2 Miliar, Ini Kehebatannya
Merdeka.com - Terkadang, sebuah hobi bisa menghasilkan kekayaan berlimpah bila ditekuni dengan serius. Hal inilah yang dialami seorang penggemar burung merpati asal Tegal bernama Yunius Martin. “Rampok”, burung merpati peliharaannya, laku terjual hingga Rp2 miliar rupiah.
Kesuksesan Yunius inipun seolah mengulangi kesuksesan yang diperoleh Muhammad Juned, pria Pekalongan yang juga penggemar burung merpati. Pada 27 September 2021, Juned berhasil menjual “Jaguar”, burung merpati peliharaannya seharga Rp1,5 miliar.
Lantas apa yang membuat burung merpati itu bisa dihargai begitu mahalnya? Dan apa kehebatan dari burung merpati itu? Berikut selengkapnya:
Raja Juara Balap Merpati Kolong

©YouTube/Fokus Indosiar
Dilansir dari kanal YouTube Fokus Indosiar pada Sabtu (20/11) itu, burung merpati bernama Rampok itu memiliki keistimewaan yang luar biasa. Selain mendapatkan perawatan premium, burung berwarna cokelat itu dikenal sebagai raja juara balapan merpati kolong di berbagai kota. Balap merpati kolong sendiri merupakan balapan merpati dengan tingkat kesulitan yang tinggi, di mana burung merpati harus mendarat cepat di kotak yang diberi tanda.
Kehebatan Rampok tak diragukan lagu. Bahkan beberapa waktu lalu, burung merpati itu berhasil mengalahkan Jaguar, burung merpati seharga Rp1,5 miliar milik Juned, warga Pekalongan.
“Memang, prestasi rampok ini dimanapun tempatnya dia berhasil juara. Waktu kemarin bermain di Pekalongan, dia bisa meraih dua mobilan, lalu di Semarang dia meraih juara dua di event ‘best of the best’,” kata Yunius.
Merpati Juara Sebelum Rampok

©YouTube/Fokus Indosiar
Sebelum nama Rampok menggema, ada burung merpati milik Muhammad Juned, warga Pekalongan yang laku hingga Rp1,5 miliar. Dilansir dari kanal YouTube Liputan6 SCTV, burung merpati spesialis balap kolong bernama Jaguar itu telah memenangkan berbagai kejuaraan dengan hadiah sepeda motor hingga mobil.
Juned mengatakan, dia sudah beternak burung selama 20 tahun. Ia mengakui ketekunan yang telah ia jalani sejak lama itu akhirnya membuahkan hasil dengan berbagai prestasi yang diraih.
“Ini burung-burung saya perawatannya biasa, dijemur seperti biasa,” kata Juned.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya