Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dikurbankan, Peternak Ini Menangis saat Harus Berpisah dengan Sapi yang Dirawatnya

Dikurbankan, Peternak Ini Menangis saat Harus Berpisah dengan Sapi yang Dirawatnya Mbah Rabit dan sapi kesayangannya. ©YouTube/Sulthon Mursid

Merdeka.com - Melepaskan sesuatu yang telah menjadi bagian dalam hidup kita memang menjadi hal yang berat. Hal itulah yang terlihat dalam keluarga Mbah Rabit yang merupakan seorang peternak sapi.

Menjelang hari raya kurban, seorang pedagang sapi datang pada Mbah Rabit untuk membeli sapi miliknya yang rencananya akan dijadikan hewan kurban. Mbah Rabit sudah mempersiapkan sapi itu dengan sebaik-baiknya.

Namun siapa sangka, saat hendak melepas hewan ternaknya, ia menangis seakan sulit untuk melepasnya. Berikut selengkapnya:

Bikin Haru

mbah rabit dan sapi kesayangannya

©YouTube/Sulthon Mursid

Saat hendak berpisah dengan sapi kesayangannya, Mbah Rabit tampak menangis. Bagi Mbah Rabit, sapi limosin seberat 1 ton itu sudah seperti anaknya sendiri.

“Diikhlaskan mbah, sudah diikhlaskan saja. Anak lanang mau pergi mbah. Mau ngaji, untuk kurban, mbah,” kata pedagang sapi yang melihat Mbah Rabit menangis, dikutip dari akun Tiktok Sulthon Mursid.

Tak hanya Mbah Rabit, istrinya juga ikut menangis melihat sapi yang ia pelihara akan dikurbankan.

Sempat Mengamuk

mbah rabit dan sapi kesayangannya

©YouTube/Sulthon Mursid

Saat hendak dibawa ke atas truk, sapi limosin itu sempat mengamuk. Dia berlari keluar kandang dan sempat membuat Mbah Rabit yang memegang tali ikut tertarik. Untungnya Mbah Rabit mampu mengendalikan sapi itu dengan mudah.

Singkat cerita, sapi itu tinggal dinaikkan ke atas truk. Proses menaikkan sapi itu untungnya dapat berjalan lancar. Terlihat saat sapi itu di berangkatkan, istri Mbah Rabit masih menangis.

Warganet Ikut Bersedih

mbah rabit dan sapi kesayangannya

©YouTube/Sulthon Mursid

Melihat kesedihan Mbah Rabit dan istrinya, warganet ikut bersedih melepas kepergian sapi itu. Mereka mengungkapkan perasaaN empati pada keluarga Mbah Rabit melalui kolom komentar.

“Masyaallah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh keluarga Nabi Ibrahim AS diperintahkanNYA menyembelih Nabi Ismail AS dan harus mengikhlaskannya,” tulis Yanie_Suryani.“Segitu sayangnya simbah,” tulis kosasih4308.“Yang ikhlas ya mbah,” tulis @ramliarasak.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP