3 Upaya Pemprov Jogja Antisipasi Penyebaran Corona dari Pemudik

Minggu, 29 Maret 2020 18:28 Reporter : Fatimah Rahmawati
3 Upaya Pemprov Jogja Antisipasi Penyebaran Corona dari Pemudik Pasien PDP di Dumai meninggal dunia. ©2020 Merdeka.com/Abdullah Sani

Merdeka.com - Ditengah virus corona yang semakin merebak di beberapa di Indonesia, berbagai wilayah di Indonesia melakukan tindakan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 ini.

Seperti yang dilakukan oeh Daerah Istimewa Yogyakarta, terlebih dalam menghadapi lonjakan pemudik yang sejak beberapa hari lalu mulai memasuki DIY. Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul mengaku mengawasi 1.188 pendatang yang tiba di wilayahnya untuk mengantisipasi merebaknya Covid-19. Pendatang yang datang ke Gunung Kidul mayoritas masuk ke Kecamatan Playen, Nglipar dan Semanu.

Sama halnya dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami mencatat ada 414 orang yang pulang kampung ke wilayahnya selama kurun waktu Februari-24 Maret 2020.

Terkait dengan banyaknya warga pendatang atau pun pemudik yang tiba di DIY, Juru Bicara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinkes Kabupaten/Kota untuk meningkatakan pemantauan kesehatan.

1 dari 3 halaman

Data Setiap Penumpang di Terminal Kedatangan

Seperti yang dilansir dari liputan6.com, pemerintah DIY akan mendata setiap penumpang bus yang memasuki wilayah DIY sebagai salah satu upaya mencegah penularan COVID-19.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan corona COVID-19 DIY, Biwara Yuswantana, saat jumpa pers di Yogyakarta, Sabtu (28/3). Ia mengatakan pendataan penumpang akan dilakukan tim terpadu di empat terminal DIY pada Selasa (31/3) mendatang.

"Pendataan terhadap penumpang dari mana dan tujuannya ke mana. Lalu, tujuan mereka datang ke DIY itu mau tinggal di mana," katanya.

Empat terminal tersebut yakni Jombor, Wonosari, Giwangan, dan Wates. Untuk memastikan seluruh penumpang terdata, bus yang masuk wilayah DIY diwajibkan memasuki terminal. Pendataan itu dilakukan untuk langkah lebih lanjut dalam pemantauan terhadap mereka setelah tiba di DIY.

"Data itu akan menjadi input awal untuk diinformasikan ke kabupaten/kota dan disinkronkan dengan pendataan tingkat RT maupun RW," kata Biwara yang juga Kepala Pelaksana BPBD DIY ini.

2 dari 3 halaman

Lakukan Pemeriksaan Suhu Tubuh

Tim gabungan yang akan berjaga di empat terminal, yakni, Jombor, Wates, Wonosari, dan Giwangan merupakan tim yang terdiri dari unsur TNI dan Polri, dinas kesehatan, serta dinas perhubungan.

Tim ini akan mulai berjaga pada pukul 01.00 sampai 06.00 WIB, sesuai dengan waktu bus masuk terminal.

Setelah mendata, tim gabungan ini kemudian akan melakukan uji suhu tubuh kepada para penumpang. Setelah turun dari bus, para penumpang akan disemprot dengan disinfektan.

3 dari 3 halaman

Kesadaran Masyarakat untuk Putus Rantai Corona

Sri Sultan HB X juga mengatakan bahwa sebenarnya tidak sulit memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 asalkan ada kesadaran masyarakat untuk mau disiplin dan membatasi mobilitas.

Masyarakat juga harus bersedia melakukan isolasi mandiri minimal selama 14 hari di rumah masing-masing.

"Juga yang penting bersedia tinggal di rumah 14 hari. Dimana kalau merasa kondisinya kurang baik melakukan pemeriksaan di RS untuk mencapai keyakinan dia tetap positif atau negatif. Kalau itu bisa dilakukan sebetulnya masalahnya selesai," tegas Sri Sultan.

"Jadi semua bukan masalah pulang boleh (atau) tidak, tapi bagaimana mereka berada di tempat masing-masing, coba tinggal sementara 2 minggu sambil memeriksakan kalau merasa ada yang kesehatannya menurun", tandasnya.

[far]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini