Detik-Detik Pasukan Belanda Kuasai Kota Solo saat Agresi Militer II, Mencekam

Selasa, 28 Juni 2022 11:49 Reporter : Shani Rasyid
Detik-Detik Pasukan Belanda Kuasai Kota Solo saat Agresi Militer II, Mencekam Agresi Militer Belanda II. ©istimewa

Merdeka.com - Pada tanggal 20-21 Desember 1948, suasana Kota Solo begitu mencekam. Pada saat itu, pasukan Belanda mengepung wilayah kota dari berbagai penjuru.

Dalam beberapa foto yang diunggah kanal YouTube Album Sejarah Indonesia, tampak pasukan itu memasuki wilayah kota secara berbondong-bondong. Fotografer Belanda, T. Schilling ikut bersama rombongan itu. Dia berhasil mengabadikan momen proses pasukan Belanda pada akhirnya berhasil menduduki Kota Solo.

Walau begitu, ada satu wilayah yang tidak berhasil mereka duduki. Wilayah itu adalah Keraton Surakarta.

2 dari 4 halaman

Memasuki Kota Solo

suasana mencekam agresi militer belanda di solo

©YouTube/Album Sejarah Indonesia

Pasukan Belanda masuk ke wilayah Kota Solo dengan perlindungan dari kendaraan tempur Brencarrier. Mereka segera membangun pos-pos pertahanan di setiap sudut kota.

Di salah satu pos, seorang perwira tampak sedang mengatur strategi di sebuah pos pertahanan sementara. Pos pertahanan itu tampak apa adanya berupa empat pilar tongkat bambu yang atapnya berupa tumpukan jerami.

Dalam foto lain, terlihat beberapa prajurit sedang bersiaga dengan senjata Lee Enfield-nya. Mereka saling melindungi diri dari tembakan sniper pejuang. Mereka saling berjalan berjongkok. Sementara itu fotografer T. Schilling hanya bisa mengambil gambar dari kejauhan.

Salah seorang dari mereka tengah meminta bantuan melalui operator video. Yang jelas akibat perang itu, beberapa bangunan hancur. Tampak Pasar Gede Solo pun hancur berkeping-keping akibat perang itu.

Saat itu, Solo seperti kota mati. Bangunan yang berada di sekitar pun juga hancur. Beberapa tampak terbakar, salah satunya stasiun kereta api.

3 dari 4 halaman

Menahan Pejuang RI

suasana mencekam agresi militer belanda di solo
©YouTube/Album Sejarah Indonesia

Dalam foto lain, tampak beberapa prajurit Belanda menahan tujuh orang pejuang Republik Indonesia. Prajurit Belanda itu menodong senapan ke arah pejuang. Para pejuang meletakkan kedua tangan di atas kepala tanda menyerah.

Tak ketinggalan juga, para prajurit Belanda itu tampak menyita satu senjata dari para pejuang RI. Senjata yang disita adalah Tekidanto, atau mortir peninggalan Jepang. Tidak diketahui nasib mereka selanjutnya.

4 dari 4 halaman

Belanda Tidak Bisa Masuk Keraton

keraton surakarta
©2020 Merdeka.com

Saat pasukan Belanda berhasil memasuki Kota Solo, hanya tempat yang tidak berhasil mereka duduki. Tempat itu adalah Keraton Surakarta Hadiningrat. Mereka tertahan di luar, dan hanya mengamati keraton dari luar gerbang saja.

Oleh karena itu, aktivitas mereka hanyalah bersantai di luar keraton. Salah seorang prajurit bahkan tampak santai berkomunikasi dengan markas besarnya untuk pelaporan situasi.

Di antara prajurit yang berjaga di depan keraton, ada salah seorang di antaranya yang berwajah menyeramkan. Di helm perang yang ia kenakan, tertera tulisan “dick”. Sementara itu prajurit lain hanya bisa menahan diri sambil berjaga. Mereka tampak santai sambil menunggu perintah selanjutnya.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini