Angkat Kearifan Lokal Budaya Jawa, UNS Ciptakan Sistem Unik Ini
Merdeka.com - Seiring berjalannya waktu, berbagai jenis kearifan lokal mulai dilupakan. Salah satu kearifan lokal itu adalah nilai-nilai budaya Jawa.
Karena hal itulah Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar acara bertajuk UNS Jawametrik. Melalui acara ini, kampus itu ingin mengangkat tradisi kearifan lokal sebagai ideologi dalam strategi pengembangan karakter nasional.
“Kami berharap UNS Jawametrik dapat menghubungkan dan mengembangkan jejaring universitas di seluruh dunia,” kata Rektor UNS Jamal Wiwoho mengutip dari ANTARA pada Selasa (23/3).
Jamal mengatakan UNS Jawametrik merupakan sistem ranking universitas di dunia yang didasarkan pada budaya Jawa. Lantas seperti apa sistem ranking itu bekerja? Berikut selengkapnya:
Nominasi UNS Jawametrik

©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
Jamal mengatakan, pada 2021 ini ada 10 universitas yang masuk dalam UNS Jawameterik. Kesepuluh universitas itu adalah UNS, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Leiden University, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Australia National University, Universitas Negeri Semarang, ISI Yogyakarta, dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Menurut Jamal, pemeringkatan nantinya akan dinilai dari sebelas kriteria, yaitu institusi kajian Jawa, akademisi kajian Jawa, penelitian kajian Jawa, literatur, dan koleksi pustaka tentang kajian Jawa.
Selain itu, kriteria penilaian lain juga meliputi kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan Jawa, koleksi artefak Jawa, tindakan atau aksi yang berkaitan dengan nilai kebudayaan dan norma Jawa, penggunaan bahasa Jawa, pengakuan atau penghargaan yang diakui institusi lain yang berkaitan dengan budaya Jawa, kolaborasi dan kerja sama yang berkaitan dengan kebudayaan Jawa, serta digitalisasi teknologi pada kebudayaan Jawa.
Satu-Satunya di Dunia
Sementara itu Kepala Pusat Unggulan Ipteks (PUI) Javanologi Sahid Teguh Widodo mengatakan sistem pemeringkatan tersebut merupakan satu-satunya di dunia karena didasarkan pada budaya Jawa. Dengan adanya acara ini, Sahid berharap budaya Jawa semakin terangkat seiring dengan masuknya nilai-nilai budaya asing ke negeri ini.
“Ini deklarasi yang kedua kalinya untuk program yang cukup prestisius di UNS. Ide untuk membuat UNS Jawametrik sebenarnya sudah dimulai tiga tahun lalu. Kemudian di tahun 2019 juga ada pertemuan Diaspora Jawa-Dunia dan ini adalah kelanjutan dari itu,” kata Sahid mengutip dari ANTARA pada Selasa (23/3).
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya