6 Alergi Makanan yang Sering Terjadi, Ketahui Penyebabnya
Merdeka.com - Alergi merupakan salah satu gangguan kesehatan yang umum terjadi pada siapa saja. Biasanya gangguan kesehatan yang satu ini disebabkan oleh beberapa faktor pemicu. Mulai dari faktor suhu udara, pengaruh obat, hingga makanan. Dari ketiga faktor ini, dapat dikatakan makanan merupakan faktor penyebab alergi yang banyak terjadi di masyarakat.
Alergi makanan sendiri dapat dipahami sebagai suatu keadaan di mana setelah mengonsumsi tertentu kemudian muncul reaksi tubuh yang tidak biasa. Umumnya, dalam kondisi ini sistem kekebalan tubuh tidak dapat mengenali beberapa zat protein dalam makanan, dan menganggapnya sebagai zat berbahaya bagi tubuh. Tidak heran, jika setelah mengonsumsi makanan tersebut tubuh akan memberikan respon untuk melindungi diri.
Respon alergi ini bisa muncul dengan berbagai macam bentuk. Mulai dari pembengkakan pada mulut atau wajah, muntah diare, gatal-gatal, tekanan darah rendah, hingga sesak napas. Reaksi alergi ini pun biasanya dapat muncul dapat hitungan menit hingga jam, setelah mengonsumsi makanan penyebab alergi.
Berikut adalah beberapa makanan yang sering kali menyebabkan reaksi alergi pada tubuh. Bagi Anda yang rentan sebaiknya berhati-hati setiap kali mengonsumsinya. Dilansir dari situs Halodoc, berikut beberapa alergi makanan yang sering terjadi dan perlu untuk diketahui.
Susu Sapi

©2018 Merdeka.com/Pixabay
Alergi makanan yang sering terjadi pertama tidak lain adalah susu sapi. Biasanya alergi susu sapi ini sering terjadi pada usia bayi atau anak-anak. Terlebih lagi jika konsumsi susu sapi diberikan pada bayi di bawah usia 6 bulan.
Meskipun begitu, alergi susu sapi yang dialami bayi dan anak-anak ini akan membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Sebab, semakin tumbuh besar anak akan mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat untuk menangkal berbagai macam alergi.
Hal inilah yang juga menjadi alasan mengapa alergi susu sapi jarang terjadi pada usia dewasa, tidak lain karena orang dewasa sudah mempunyai sistem imunitas tubuh yang kuat.
Telur

©Shutterstock
Alergi makanan yang sering terjadi selanjutnya bisa didapatkan dari konsumsi telur. Tidak jauh berbeda dengan susu sapi, alergi telur juga umumnya terjadi pada kalangan anak-anak dibandingkan orang dewasa. Biasanya alergi telur ini sering terjadi pada satu bagian telur saja. Pasalnya, putih telur dan kuning telur mempunyai kadar protein yang berbeda.
Dalam hal ini putih telur memang mempunyai kandungan protein lebih tinggi dibandingkan kuning telur. Tidak heran jika banyak anak-anak yang mengalami alergi akibat konsumsi putih telur. Meskipun umum terjadi pada anak-anak, namun alergi telur juga bisa dialami oleh sebagian orang dewasa.
Kabar baiknya, pada penderita yang memiliki keluhan alergi telur tidak perlu menghindari semua makanan yang berasal dari produk ini. Bahkan dengan memanaskan telur secara benar saat memasaknya, bisa mengubah kandungan protein telur yang menyebabkan alergi. Hal ini dinilai bisa meminimalisir risiko terjadinya respon alergi pada tubuh.
Kacang Pohon

Alibaba
Kacang pohon juga termasuk salah satu alergi makanan yang sering terjadi oleh sebagian besar orang. Alergi makanan kacang pohon ini bisa berasal dari berbagai jenis. Seperti kacang brazil, almond, mete, macadamia, pistasi, pinus, dan kenari.
Bagi penderita yang mempunyai gangguan ini, biasanya menjadi sensitif dengan berbagai macam makanan yang dibuat dari produk kacang pohon. Bahkan dikatakan, meskipun penderita hanya alergi terhadap satu jenis kacang pohon saja, tetapi seiring berjalannya waktu alergi tersebut bisa meluas pada jenis kacang pohon lainnya.
Kacang Tanah

Shutterstock/Cora Mueller
Selain kacang pohon, alergi makanan yang sering terjadi pada sebagian besar orang bisa didapatkan dari kacang tanah. Bahkan disebutkan, alergi kacang tanah mempunyai risiko kondisi yang parah dan berpotensi fatal.
Dengan begitu, bagi penderita yang sempat mengalami keluhan ini disarankan untuk berhati-hati saat mengonsumsi. Jika sepelekan, reaksi alergi kacang tanah bisa menyebabkan alergi pada jenis kacang lainnya, terutama kacang pohon.
Produk Makanan Laut

©Shutterstock/SherSor
Produk makanan laut juga masuk dalam daftar alergi makanan yang sering terjadi. Beberapa jenis makanan laut yang sering kali membawa efek alergi yaitu udang, lobster, cumi-cumi, dan kerang.
Alergi yang diakibatkan oleh konsumsi jenis makanan laut ini biasanya dipicu oleh zat protein topomyosin. Selain itu, zat protein lain seperti kinase dan rantai cahaya myosin, juga turut meningkatkan risiko alergi pada tubuh setelah mengonsumsi beberapa jenis makanan laut.
Reaksi alergi makanan laut bisa muncul dengan cepat dan mirip dengan alergi makanan lainnya. Seperti reaksi mual, muntah, diare, hingga sakit perut. Namun sayangnya, alergi makanan laut sering kali sulit dibedakan dari reaksi keracunan makanan laut yang terkontaminasi bakteri, jamur, hingga virus.
Dengan demikian, tidak boleh menganggap remeh ketika sudah muncul gejala-gejala alergi.
Gandum

©Shutterstock/Elena Schweitzer
Alergi makanan yang sering terjadi terakhir juga bisa datang dari gandum. Seperti diketahui, gandum mempunyai kandungan karbohidrat kompleks serta serat yang baik untuk tubuh.
Namun sayangnya, bagi sebagian orang kandungan ini justru memberikan efek atau reaksi negatif pada tubuh. Mulai dari munculnya gangguan pencernaan, muntah, ruam, gatal-gatal, bengkak, hingga anafilaksis.
Biasanya hal ini sering terjadi pada usia anak-anak. Meskipun begitu, reaksi alergi makanan gandum ini dapat membaik seiring bertambahnya usia.
(mdk/ayi)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya