5 Fakta Masjid Menara Kudus, Simbol Perdamaian Antar Umat Beragama

Rabu, 11 Maret 2020 20:00 Reporter : Shani Rasyid
5 Fakta Masjid Menara Kudus, Simbol Perdamaian Antar Umat Beragama Masjid Kudus. ©wikipedia.com

Merdeka.com - Setiap tahunnya, tanggal 19 Rajab diperingati sebagai hari berdirinya Masjid Al-Aqsha Menara Kudus. Tahun ini, peringatan tersebut jatuh pada Selasa (10/3).

Perayaan ulang tahunMasjid Al-Aqsha Menara Kudus ditandai dengan dilepasnya 485 ekor burung merpati ke udara sebagai simbol perdamaian antar umat beragama di tanah air.
"Jumlah burung merpati sebanyak itu dilepas agar dunia bisa melihat ada hikmah kearifan dan kedamaian semesta," kata Ketua Perayaan Ta'sis Masjid Menara Kudus Abdul Jalil dilansir dari Antaranews.com, Selasa (10/3).

Menurut Abdul Jalil, tema soal kearifan dan kedamaian itu dipilih karena saat ini konflik atas nama etnis dan agama masih sering muncul. Sementara sejak 485 tahun lalu masyarakat sudah dituntut untuk berdamai dan hidup berdampingan antar etnis beragama.

Jalil menjelaskan kearifan itu bisa dilihat dari bodi masjid yang memiliki simbol bodi candi, atapnya memiliki simbol muslim, sedangkan pancuran wudhunya memiliki simbol Buddha.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut 5 fakta Masjid Menara Kudus, simbol perdamaian antar umat beragama.

1 dari 5 halaman

Saksi Bisu Penyebaran Agama Islam di Tanah Jawa

001 nfi

istimewa @2015 merdeka.com/parwito

Dilansir dari Islamic-center.or.id, Masjid Menara Kudus menjadi saksi bisu proses penyebaran Islam di tanah Jawa. Sebagai buktinya, masih ada pencampuran antara kebudayaan Islam dengan kebudayaan Hindu pada arsitektur masjid ini.

Masjid Menara Kudus sendiri dibangun oleh Jafar Sodiq yang juga dikenal dengan nama Sunan Kudus. Sunan Kudus sendiri merupakan penyebar ajaran Islam di wilayah Kudus dan sekitarnya.

Jafar Sodiq juga dikenal dengan sebutan Waliyil Ilmi. Ia mendapat sebutan itu karena menguasai berbagai ilmu agama diantaranya ilmu tauhid, ilmu fiqih, dan ilmu hadist.

Di Kudus,Jafar Sodiq menyebarkan Islam dengan kebijaksanaan sehingga mendapat simpati dari masyarakat yang waktu itu masih memeluk agama Hindu.

2 dari 5 halaman

Batu Perisai dari Yerussalem

masjid menara kudus

2020 liputan6.com

Pada tempat pengimaman masjid yang berada di dalam masjid, terdapat sebuah batu perisai yang bertuliskan Bahasa Arab. Batu itu memiliki panjang 46 cm dan lebar 30 cm.

Konon batu perisai itu berasal dari Baitul Maqdis (Al-Quds) di Yerussalem, Palestina. Dari kata Al-Quds itulah muncul nama Kudus yang artinya suci.

3 dari 5 halaman

Tempat Wudhu Warisan Zaman Purba

masjid menara kudus

2020 Merdeka.com/kemenag.go.id

Dilansir dari Islamic-center.or.id, di dalam masjid itu terdapat sebuah kolam berbentuk padasan yang dipercaya sudah ada sejak zaman purba. Masih menjadi pertanyaan hingga sekarang apakah kolam itu peninggalan zaman Hindu atau memang sengaja dibuat oleh Sunan Kudus untuk mengadopsi budaya Hindu.

Sementara di depan masjid itu terdapat sebuah gapura yang oleh penduduk sekitar disebut Lawang Kembar. Konon Lawang Kembar sudah ada sejak zaman Majapahit dulu.

4 dari 5 halaman

Sumber Mata Air Kehidupan

masjid menara kudus

2020 Merdeka.com/kemenag.go.id

Ada beberapa versi mengenai asal mula Menara Kudus. Ada yang mengatakan kalau Menara itu merupakan bekas candi Hindu, ada pula yang mengatakan kalau dulunya di bawah menara itu ada sumber mata air kehidupan.

Dilansir dari Islamic-center.or.id, konon makhluk hidup yang mati akan hidup kembali setelah dimasukkan ke dalam mata air itu. Karena khawatir akan dikultuskan, maka dibangunlah Menara untuk menutup mata air itu

5 dari 5 halaman

Tata Ruang yang Amburadul

kudus

2015 merdeka.com/parwito

Setiap harinya, Masjid Menara Kudus selalu ramai dikunjungi wisatawan. Pada tanggal 10 Syura, masjid itu akan lebih ramai dikunjungi lagi karena tanggal itu bertepatan dengan wafatnya Sunan Kudus.

Walaupun bangunannya unik dan sarat akan nilai historis, namun tata ruang di sekitar masjid ini tampak amburadul. Hal tersebut karena Masjid Menara Kudus berada di jantung kota.

Masjid peninggalan Sunan Kudus ini juga dikepung oleh rumah-rumah penduduk yang padat. Selain itu juga banyak penjual yang di sekitar masjid.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini