5 Fakta 'Jujag-Jugug Bae', Layanan Aplikasi Belanja Online Ala Masyarakat Purbalingga
Merdeka.com - Adanya virus Corona membuat pasar tradisional turut melakukan pembaharuan sistem. Mulai dari sistem pengaturan jaga jarak antar pedagang di pasar sampai dengan pengaturan pencegahan kerumunan pembeli. Hal inilah yang dipikirkan Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga.
Untuk memudahkan masyarakat yang ingin belanja kebutuhan dapur, Pemkab Purbalingga meluncurkan sebuah sistem layanan bernama 'Jujag-Jujug Bae'. Melalui layanan ini, masyarakat tak perlu lagi repot pergi ke pasar dan khawatir akan penyebaran virus Corona di luar sana.
Cukup dengan menghubungi nomor WhatsApp 081390324068, belanjaan dapur bisa langsung diantar ke rumah. Berikut selengkapnya:
Belanjaan Datang dalam Waktu 30 Menit

©jatengprov.go.id
Sistem layanan Jujag-jujug Bae merupakan sebuah program hasil kerja sama antara Pemkab Purbalingga dengan Kampung Marketer dan Koperasi Mitra Usaha Perwira. Peluncurannya diresmikan langsung oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi di rumah dinasnya.
Bahkan dalam peluncuran itu, Dyah langsung memesan kebutuhan dapur seperti telur, daun seledri, dan bawang melalui program Jujag-Jujug Bae. Hanya dalam waktu 30 menit, pengendara ojek online (ojol) sudah datang dengan pesanan.
“Jadi cukup di rumah saja dan menggunakan aplikasi WhatsApp nanti tinggal hubungi customer service dari Jujag-Jujug Bae. Bapak ibu bisa order apa saja kebutuhan yang diperlukan. Nanti pesanan bapak ibu langsung diantar ke rumah,” ujar Dyah dilansir Jatengprov.go.id.
Proses Barang Sampai ke Tangan Pemesan

©jatengprov.go.id
Dalam sistem ini, warga atau pemesan cukup mengirim pesan WhatsApp tentang daftar barang kebutuhan yang dibutuhkan ke nomor customer service (CS) program Jujag-Jujug Bae. Pesanan tersebut kemudian diteruskan ke para pengemudi ojek online yang terdaftar dalam program tersebut.
Selanjutnya, pengemudi ojol tinggal membelikan barang pesanan tersebut di berbagai pasar tradisional yang ada di Purbalingga. Setelah barang didapat, mereka mengantar barang tersebut ke rumah-rumah warga pemesan.
Punya Manfaat Ganda
Dyah berharap adanya program Jujag-Jujug Bae ini dapat mendatangkan manfaat ganda. Pertama, membantu warga memperoleh kebutuhan dapur dan rumah tangga. Kedua, membantu para tukang ojek daring untuk tetap bisa bekerja. Ketiga, program ini diharapkan dapat membantu perputaran roda ekonomi khususnya bagi para pedagang pasar agar barang dagangannya tetap laku meski jumlah pembeli menurun.
“Semoga program ini bisa membantu dan mempermudah warga Kabupaten Purbalingga untuk bisa berbelanja tapi tidak harus keluar rumah. Jadi berbelanjanya online,” ujar Dyah dilansir Jatengprov.go.id.
Membantu Para Driver Ojol

©2020 Merdeka.com
Sementara itu, Ketua Koperasi Ojek Online 'Koperasi Mitra Usaha Perwira' Aji Purwoko mengatakan dia dan rekan-rekannya sesama pengendara ojol sangat terbantu dengan adanya program Jujag-Jujug Bae. Hal ini dikarenakan pada masa sulit ini terjadi penurunan pengguna jasa ojek daring.
“Kami sangat antusias ketika diajak bekerja sama dan menjadi mitra dalam program Jujag-Jujug, baik yang ada di Pasar Segamas Purbalingga maupun jajanan UMKM di Purbalingga Food Center,” ujar Aji dilansir Jatengprov.go.id.
Bekerja Sama dengan UMKM dan Pasar
Koperasi yang beranggotakan 230 pengendara ojek online itu baru melayani pesanan di Pasar Segamas dan jajanan UMKM di Purbalingga Food Center dengan layanan ke seluruh wilayah Purbalingga. Nantinya, layanan kerja sama juga akan dijalin dengan pengelola dan pedagang di pasar Bobotsari dan Bukateja. Pengemudi ojek online nantinya tinggal mengambil barang dari pasar terdekat, sehingga mempercepat waktu dan meringankan ongkos ojek.
“Waktu pelayanan pengiriman pesanan maksimal 30 menit. Artinya setelah order diterima kemudian disiapkan oleh pedagang pasar maupun penjaja makanan di Purbalingga Food Center. Kemudian kita antarkan ke lokasi tujuan,” ujar Aji dilansir Jatengprov.go.id.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya