Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Fakta Candi Abang, Gundukan Tanah yang Berbentuk Seperti Piramida

4 Fakta Candi Abang, Gundukan Tanah yang Berbentuk Seperti Piramida Candi Abang. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Candi Abang adalah salah satu candi Hindu yang berada di Kelurahan Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman. Dilansir dari Wikipedia.org, candi ini dibangun sekitar abad ke-9 sampai ke-10 Masehi tepatnya pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Namun, dibanding candi-candi yang dibangun pada masanya, Candi Abang adalah candi termuda.

Candi Abang memiliki bentuk seperti piramida. Dinamakan “Candi Abang” karena bangunan itu terbuat dari batu bata berwarna merah. Dari jauh candi ini tampak seperti gundukan tanah atau bukit kecil karena bagian luarnya banyak ditumbuhi rerumputan. Berikut selengkapnya:

Gundukan Tanah di Atas Bukit

candi abang

©2020 Merdeka.com

Secara sekilas, Candi Abang tampak hanya seperti gundukan tanah di atas bukit. Bukit ini bila musim hujan akan berwarna hijau sedangkan pada musim kemarau akan terlihat gersang. Bangunan candi ini akan terlihat berwarna merah jika kondisinya benar-benar kemarau dan kering.

Seperti bangunan candi pada umumnya, Candi Abang dibangun di atas bukit. Selain itu, keunikan lainnya adalah candi ini dibangun dengan batu bata merah. Hal ini berbeda dengan kebanyakan candi pada umumnya yang dibangun dengan batu andesit.

Yoni Penanda Agama Hindu

candi abang

©2020 Merdeka.com

Di lokasi tempat berdirinya Candi Abang, ditemukan sebuah yoni yang menjadi penanda kalau candi itu merupakan peninggalan agama Hindu. Yoni di candi tersebut berbentuk persegi delapan dengan setiap sisinya berukuran 15 cm.

Selain itu, di sisi selatan candi ada batu yang menyerupai kodok. Oleh masyarakat setempat, batu itu dinamakan batu kodok walau tak ada penjelasan lengkap mengenai keberadaan batu tersebut. Tak hanya itu, di puncak candinya terdapat sebuah sumur yang dinamakan Sumur Bandung.

Dijaga Makhluk Halus

candi abang

©2020 Merdeka.com

Dilansir dari Perpusnas.go.id, masyarakat setempat mempercayai kalau Candi Abang dijaga oleh seorang tokoh makhluk halus yang dituakan dan dihormati. Nama makhluk halus itu adalah kyai Jagal yang memiliki badan besar dan berambut panjang.

Pada zaman Jepang, banyak penduduk yang sering berlindung di candi itu karena ada kepercayaan kalau Kyai jagal akan melindungi mereka. Selain kepercayaan terhadap sosok bernama Kyai Jagal, masyarakat juga percaya ada sebongkah emas sebesar anak kerbau yang terdapat di dalam Candi Abang. Walau begitu, tidak ada satupun orang yang berani membuktikannya.

Mitos Lain Soal Candi Abang

candi abang

©2020 Merdeka.com

Selain kepercayaan terhadap sosok Kyai Jagal, ada mitos lain soal Candi Abang yang beredar di masyarakat sekitar. Misalnya, candi itu dikaitkan dengan harta karun yang terpendam, ada pula kisah orang-orang yang mencari pesugihan.

Ada pula mitos yang mengatakan pada saat-saat tertentu apabila di atas candi ada awan, maka awan tersebut akan terlihat berwarna merah. Namun, tidak semua orang bisa melihatnya karena awan merah itu hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertentu saja.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP