Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

23 Desember Van Gogh Memotong Telinga Akibat Gangguan Mental, Ketahui Sejarahnya

23 Desember Van Gogh Memotong Telinga Akibat Gangguan Mental, Ketahui Sejarahnya Vincent Van Gogh. ©2013 Merdeka.com/animalnewyork.com

Merdeka.com - Sebagian besar dari Anda tentu sudah familiar dengan nama Van Gogh. Vincent van Gogh merupakan pelukis terkenal dari negeri Kincir Angin Belanda. Van Gogh adalah seorang pelukis jenius dengan berbagai karyanya yang mempesona. Mulai dari lukisan pemandangan lanskap, benda mati, hingga portrait yang kental dengan perpaduan warna-warna cerah menawan.

Keahlian melukis Van Gogh ini bahkan didapatkan tanpa pelatihan formal. Setiap warna yang dituangkan dalam kanvas mempunyai ekspresi yang menarik. Bahkan dikatakan, masing-masing karyanya menunjukkan pandangan subjektifnya yang ingin membuat perubahan dunia dalam memandang seni. Hal ini pun terbukti, karyanya yang selalu populer dan terjual dengan harga fantastis.

Selain karyanya yang selalu menjadi perbincangan, kisah kehidupan seniman lukis ini juga tidak luput dari perhatian. Salah satunya adalah peristiwa pada 23 Desember 1888, saat Van Gogh memotong daun telinganya sendiri. Konon, tindakan ini didasari oleh gangguan mental yang diderita Van Gogh. Peristiwa ini pun masih menjadi perbincangan hingga saat ini dan terdapat berbagai versi cerita yang beragam.

Bagi penggemar lukisan Van Gogh, tentu menarik untuk menyimak salah satu peristiwa penting ini. Dilansir dari beberapa sumber, berikut kami merangkum peristiwa 23 Desember dari seorang pelukis ternama Van Gogh dan beberapa fakta menarik lainnya.

Keputusan Menjadi Seniman

pistol usang van gogh

©REUTERS/Charles Platiau

Sebelum peristiwa 23 Desember 1888 terjadi, Vincent Willem van Gogh yang alhir pada 30 Maret 1853 adalah seseorang yang memiliki kepribadian sulit dan sering gugup. Van Gogh sempat tidak berhasil bekerja di galeri seni dan kemudian menjadi pengkhobah untuk para penambang miskin di Belgia.

Kemudian pada tahun 1880, Van Gogh memutuskan untuk menjadi seorang seniman. Lalu lima tahun kemudian, karya lukisan yang bertajuk The Potato Eaters menjadi terkenal. Lukisan ini menggambarkan pengalamannya di antara para petani dan penambang miskin.

Pindah ke Paris dan Pengaruh Seniman Lain

Jika diruntut, peristiwa 23 Desember Van Gogh dimulai dari kepindahannya untuk tinggal di Paris bersama adiknya Theo. Pada tahun 1886 Van Gogh dan adik terdekatnya, Theo memutuskan untuk tinggal di kota Paris. Theo merupakan seorang pedagang seni yang kemudian mengenalkan Van Gogh dengan sejumlah seniman ternama.

Seperti Paul Gauguin, Camille Pisarro, dan Georges Seurat. Mendapatkan banyak pengaruh dari berbagai seniman dan pelukis lainnya, karya-karya Van Gigh kemudian mempunyai ciri khas gaya artistik yang menggunakan banyak warna.

Tinggal di Arles dan Memotong Daun Telinga

night karya vincent van gogh

© Wikimedia Commons

Setelah tinggal di Paris dengan adiknya, pada tahun 1888 Van Gogh menyewa sebuah rumah di Arles, Selatan Perancis. Keputusan Van Gogh ini didasari agar tidak terlalu membebani saudaranya dan berencana untuk mendirikan kelompok seniman yang bisa menghasilkan lebih banyak karya. Di Arles, Van Gogh melukis pemandangan pedesaan serta benda-benda mati, termasuk serial bunga matahari yang terkenal.

Kemudian seorang pria bernama Gaugin datang dan tinggal bersamanya di Arles. Van Gogh dan Gaugin bekerja bersama selama hampir dua bulan. Lalu pada 23 Desember tahun itu, terjadi ketegangan di antara keduanya.

Dalam keadaan depresi berat, Van Gogh mengancam temannya dengan pisau cukur, sebelum membakar dan memotong daun telinganya sendiri. Ia kemudian mendokumentasikan peristiwa itu dalam lukisan berjudul Self-Portrait with Bandaged Ear.

Membungkus dan Memberikan Telinga pada Pelacur

Pada peristiwa 23 Desember itu, Van Gogh diduga membungkus telinga dan memberikannya pada seorang pelaur di rumah bordik terdekat. Setelah kejadian itu, Van Gogh dirawat di rumah sakit Arles dan kemudian memeriksakan dirinya ke rumah sakit jiwa di Saint-Remy selama setahun.

Selama tinggal di Saint-Remy, dia mengalami periode kegilaan dan kreativitas yang intens. Dalam hal ini, Van Gogh menghasilkan beberapa karya terbaik dan paling terkenal, termasuk Starry Night dan Irises.

Meninggal pada Usia 37 Tahun

vincent van gogh

©2013 Merdeka.com/animalnewyork.com

Setelah peristiwa 23 Desember 1888, setahun berikutnya tepatnya pada 27 Juli Van Gogh menembak dirinya sendiri. Dia terhuyung-huyung ke sebuah hotel di Auvers tempat dia tinggal. Dua dokter kemudian merawatnya, tetapi peluru tidak dapat dikeluarkan karena tidak ada ahli bedah yang tersedia.

Dia meninggal pada tanggal 29 Juli 1890 karena infeksi parah yang terjadi pada luka tembak tersebut. Saudaranya Theo kemudian menulis kepada saudara perempuan mereka Elizabeth untuk memberi tahu kematian Van Gogh.

Menghasilkan 900 Lukisan Selama 10 Tahun

Sejak memutuskan untuk menjadi seorang seniman, Van Gogh telah menciptakan hampir 900 karya lukis. Karya-karya Van Gogh ini dibuat dalam rentang waktu 1881 hingga 1890. Di awal karirnya sebagai seniman, dia menggunakan lingkungan sekitar sebagai inspirasi karyanya.

Mulai dari petani, bunga, pemandangan alam, maupun dirinya sendiri. Namun hanya ada satu lukisan yang dijualnya selama hidup, yaitu The Red Vineyard seharga 400 franc di Belgia tujuh bulan sebelum kematiannya. Lukisan termahal Potret Dr. Gachet terjual seharga USD148,6 juta pada tahun 1990.

(mdk/ayi)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP