KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Warga Kampung Arus Cawang diklaim siap lepas lahan buat normalisasi

Jumat, 17 Februari 2017 21:03 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Normalisasi Ciliwung. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera membebaskan lahan di bantaran kali yang terletak di Kampung Arus, Cawang, Jakarta Timur. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan keputusan tersebut sudah disepakati oleh kedua belah pihak.

Djarot menjelaskan langkah tersebut diambil untuk menyempurnakan normalisasi sejumlah kali di Jakarta yang belum tuntas. Dia juga berjanji akan melakukan proses pembebasan lahan tersebut sesuai dengan aturan karena semua lahan di sana sudah memiliki sertifikat yang sah.

"Posisinya kaya gitu nah makanya kita sampaikan program normalisasi belum selesai. Kita udah bicara dengan RW, kita akan bebasin dan dia sudah bersedia," kata Djarot, di Kampung Arus, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (17/2).

Djarot juga mencemaskan keadaan di sana yang kerap dilanda banjir karena lokasinya yang persis berada di bantaran kali. "Gimana gak banjir orang dia persis pinggir kali, dapat kiriman Katulampa naik," ujar Djarot.

Oleh karena itu Djarot menegaskan bahwa jalan satu-satunya adalah bebaskan lahan dengan cara ganti rugi.

"Peta bidang sudah dan itu bukan relokasi. Itu dibayar ganti rugi karena suratnya jelas. Mereka sudah bersedia," terang Djarot.

Djarot menyebutkan bahwa untuk harga lahan masih dalam proses nego. "Ini kan lagi dinego cocokkan harga, setelah itu baru kita harap tahun ini selesai. Maka 2018 kita ga lagi mikir takut banjir kalau hujan deras," ungkap Djarot.

Senada, Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana menyebutkan bahwa harga lahan akan diumumkan Kamis depan.

"Diumumkan kamis depan. Nanti akan ada komunikasi, oke, deal, negosiasi harga. Selesai mungkin April selesai," kata Bambang, di lokasi, Jumat (17/2).

Bambang menyebutkan jumlah lahan keseluruhan yang akan dibebaskan adalah 110 bidang.

"Semuanya 110 bidang, udah beres 33 bidang karena gak ada sertifikat kita langsung tertibkan. Yang belum tinggal 77 akan diganti rugi apraisal (penilaian konsultan independen)," tandas Bambang. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Kali Ciliwung
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.