Wagub DKI Sebut Masih Ada Gedung-Gedung Gunakan Air Tanah

Jumat, 8 Oktober 2021 14:00 Reporter : Yunita Amalia
Wagub DKI Sebut Masih Ada Gedung-Gedung Gunakan Air Tanah Perairan Utara Jakarta. ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan masih ada beberapa gedung di Jakarta yang menggunakan air tanah. Ia menegaskan akan menindak gedung-gedung dengan penggunaan air tanah yang berlebihan.

"Memang ada yang nakal yang masih menggunakan air tanah. Nanti akan kami berikan sanksi bagi industri, bagi hotel, apartemen, perkantoran, mal, yang menggunakan air bersih dari pompa atau jetpam dari air tanah, kami minta semuanya menggunakan PAM," ucap Riza di Balai Kota, Jumat (8/10).

Ia memahami Pemprov DKI masih belum mampu mencakupi kebutuhan air perpipaan 100 persen. Hingga 2021, baru sekitar 60 persen lebih wilayah Jakarta terdapat fasilitas air perpipaan.

Meski demikian, ia meminta warga Jakarta dan pengelola gedung tetap berhemat menggunakan air tanah.

"Kita minta seluruh warga agar dapat menghemat penggunaan air bersih dari PAM," tandasnya.

Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membuat regulasi tentang pengendalian penggunaan air tanah. Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA), Yusmada Faizal mengatakan saat ini masih dalam tahap penyusunan regulasi.

"Ya kita rumuskan nanti istilahnya jangan pelarangan dulu. Baru pelayanan berapa itu yang coveragenya baru 64 persen dan sumber air baku masyarakat itu yang daerah-daerah yang belum dilayani perpipaan lah," ujar Yusmada, Selasa (5/10).

Dia menambahkan, sejalan dengan penyusunan regulasi pengendalian penggunaan air tanah, Pemprov DKI terus membangun sarana dan infrastruktur air perpipaan. Ditargetkan, 2030 PAM Jaya menyanggupi memenuhi kebutuhan air perpipaan 100 persen.

Yusmada menuturkan lamanya capaian target 2030 dikarenakan pembangunan yang secara bertahap. Sehingga menurutnya tidak mungkin cakupan 100 persen air perpipaan dicapai dalam waktu dekat.

"Ya kan ini lagi dibangun 2024 itu kan baru dari mana air baku itu, itu kan hulunya harus dibangun terus pembangunannya kan enggak harus jadi di tahun 2024 kan bertahap sampai nanti 2030," jelasnya. [bal]

Baca juga:
Rencana Larangan Penggunaan Air Tanah di Jakarta
DKI Jakarta Mesti Kendalikan Penurunan Tanah untuk Mencegah Tenggelam
Penurunan Muka Tanah di Pekalongan Mengkhawatirkan, Melebihi Jakarta
Wagub DKI Nilai Perlu Regulasi Pengendalian Air Tanah Cegah Penurunan Daratan
Pemprov DKI Jakarta Susun Regulasi Pengendalian Penggunaan Air Tanah
Pemprov DKI : Jakarta Menuju Pembatasan Penggunaan Air Tanah, Belum Melarang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini