Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wabah DBD di Jakarta meningkat 2 kali lipat, Januari ada 611 kasus

Wabah DBD di Jakarta meningkat 2 kali lipat, Januari ada 611 kasus Fogging nyamuk demam berdarah. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta membenarkan bahwa tingkat penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat 30 persen tahun ini dari tahun sebelumnya. Bahkan, penyebaran penyakit DBD di Jakarta tahun ini mulai mendekati Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Dinkes DKI Koesmedi Prihatno mengatakan indikator KLB terjadi bila DBD di suatu daerah sudah meningkat dua kali lipat dalam waktu dua pekan.

"Disebut KLB jika paling tidak (mengalami peningkatan) dua kali lipat dari pekan sebelumnya. Memang (DKI Jakarta) mendekati KLB, tapi rasanya masih banyak tempat kosong untuk diatasi," kata Koesmedi saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Jumat (5/2).

Untuk bulan Januari saja, kata Koesmedi mengungkapkan kasus demam berdarah di Jakarta sudah mencapai 611 kasus. Angka terbesar terjadi di wilayah Jakarta Timur, yakni mencapai 157 kasus.

Selain di kawasan Jakarta Timur, Koesmedi menyebut wilayah Cengkareng, Jakarta Barat menjadi daerah terbanyak kedua terjangkit penyakit DBD.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku telah meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mengecek kembali kandungan zat kimia yang digunakan untuk fogging.

Pasalnya, fogging yang selama ini dilakukan tidak ampuh membunuh nyamuk Aedes Aigepty yang menularkan virus demam berdarah (DBD).

"Kita sudah lakukan, mencoba fogging dengan obat yang berbeda, jangan-jangan selama ini fogging kita salah, terlalu banyak zat kimianya enggak bener, sehingga nyamuk jadi kebal," ujarnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP