Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Travel Gelap Angkut Pemudik Mulai Tak Terlihat, Polisi Tetap Siaga

Travel Gelap Angkut Pemudik Mulai Tak Terlihat, Polisi Tetap Siaga Volume kendaraan pribadi kembali meningkat. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Upaya kepolisian menindak angkutan travel gelap di tengah larangan mudik mulai menunjukkan hasil positif. Petugas di lapangan sudah jarang menemukan travel gelap yang coba mengelabui petugas agar meloloskan pemudik ke berbagai daerah.

"Kalau 'travel' gelap satu dua hari sepi, mereka memang begini, tapi anggota masih melakukan pengawasan lagi," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo, saat dikonfirmasi di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, JUmat (15/5).

Menurut data penindakan Operasi Ketupat Jaya 2020 dari Polda Metro Jaya terhitung dalam tiga hari terakhir yakni 12-14 Mei, petugas kepolisian yang berjaga di 18 pos pengamanan tidak menemukan satu pun kendaraan travel gelap.

Sejak Operasi Ketupat Jaya 2020 berlangsung pada 24 April 2020 Polda Metro Jaya sudah mengamankan 228 kendaraan yang mengangkut penumpang sebanyak 1.389.

Mayoritas kendaraan travel gelap tersebut berupaya menyelundupkan pemudik keluar Jabodetabek melalui "jalur tikus".

Travel gelap yang diamankan tersebut diketahui mematok harga tiket Rp500 ribu sampai Rp700 ribu per orang dengan sejumlah tujuan di Pulau Jawa.

Awalnya kendaraan travel gelap tersebut hanya dikenai sanksi diputar balik kembali ke daerah asalnya. Namun karena jumlahnya semakin banyak petugas akhirnya menindak tegas dengan menilang dan menahan kendaraan tersebut.

Sementara untuk para pengemudi travel gelap dikenakan saksi tilang dengan dijerat Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan denda maksimal Rp500.000 atau kurungan penjara maksimal dua bulan.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP