Sisi Lain Jakarta, Puluhan Ribu Kepala Keluarga masih BAB Sembarangan di Sungai

Jakarta dengan segala gemerlapnya, ternyata menyimpan sisi lain yang mengejutkan.

Yacob Billiocta
Oleh Yacob Billiocta - Reporter
Sisi Lain Jakarta, Puluhan Ribu Kepala Keluarga masih BAB Sembarangan di Sungai
Sisi Lain Jakarta, Puluhan Ribu Kepala Keluarga masih BAB Sembarangan di Sungai (Merdeka.com)

Jakarta dengan segala gemerlapnya, ternyata menyimpan sisi lain yang mengejutkan. Data menunjukkan bahwa masih banyak warga buang air sembarangan di sungai.

Di Jakarta Timur, tidak kurang dari 23 ribu kepala keluarga masih buang hajat di sungai.

Untuk menangani persoalan ini, Wali Kota Jakarta Timur menggencarkan pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan pembuatan tangki septik (septic tank).

"Ini akan kita masifkan. Di samping sosialisasi, kita akan coba bantu agar mereka punya 'septic tank," kata Munjirin di Jakarta, Jumat (20/6). Dikutip dari Antara.

Kalau rumahnya sendiri, akan bantu agar buat sendiri. "Tapi kalau berkelompok nanti pakai sistem komunal," katanya.

Pihaknya akan membuat tangki septik terintegrasi dengan sistem biogas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Jakarta Timur.

Jika menggunakan biogas, maka bisa menghasilkan gas dari limbah dan nantinya bisa disalurkan ke rumah-rumah warga. Hal tersebut sebagaimana program Munjirin saat menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Selatan.

"Kelurahan Cikoko memanfaatkan biogas untuk dapur rumah tangga. Dulu saya sudah buat seperti ini, tapi sumbernya dari BAB sapi," katanya.

Sekarang warga di sana rebutan menyambung gas karena lebih murah. "Dulu beli tabung gas bisa Rp600 ribu sebulan, sekarang untuk kelompok cuma iuran Rp20 ribu per bulan buat pemeliharaan," katanya.

Selain itu, Munjirin mengatakan, jika berhasil program ini bukan hanya menyelesaikan masalah sanitasi, tetapi juga menyediakan energi terbarukan untuk masyarakat.

Munjirin sudah meninjau lokasi rencana pelaksanaan STBM terkait stop BABS di RW 01 Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Peninjauan tersebut dilakukan mengingat lingkungan padat masih terdapat beberapa warga buang air besar di jamban bantaran Kali Baru, karena tidak memiliki kamar mandi.

Rekomendasi