Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sandiaga tegaskan mobil Ratna Sarumpaet diderek karena melanggar

Sandiaga tegaskan mobil Ratna Sarumpaet diderek karena melanggar Ratna Sarumpaet marah mobil diderek. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan aktivis Ratna Sarumpaet melanggar aturan hingga mobilnya diderek petugas dinas perhubungan DKI Jakarta. Mobil Ratna Sarumpaet diderek petugas dishub memarkir di sekitar taman kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

"Enggak boleh (yang dilakukan Ratna) itu melanggar," kata Sandiaga usai meninjau GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Rabu (4/4).

Sandiaga mengatakan, larangan parkir di tempat tanpa keterangan rambu tengah disosialisasikan masyarakat. Aturan larangan memarkir di tempat yang tak ada rambu itu sesuai Perda 5 ayat 2 tahun 2014.

Meski begitu, Sandi mengaku tidak bisa menerapkan peraturan itu ke semua daerah di ibu kota. Sebab, sosialisasi mengenai larangan tersebut membutuhkan perubahan pola pikir dari masyarakat.

Namun, langkah petugas dishub menderek kendaraan yang terparkir sembarangan seperti dilakukan Ratna Sarumpaet merupakan bentuk sosialisasi kepada masyarakat. Karena dalam perda itu disebut bahwa kewenangan petugas lebih tinggi daripada rambu.

"Kita ingin memberikan sosialisasi ke masyarakat untuk lebih patuh ke perda tersebut dan karena perda tersebut enggak mengharuskan rambu di seluruh wilayah Jakarta," ujar Sandiaga.

Politisi Gerindra ini menegaskan bahwa masyarakat hanya boleh memarkir kendaraannya di tempat parkir. Dia pun ingin sosialisasi ini terus berjalan.

"Penerapannya itu kita harus pastikan jangan sampai enggak tersosialisasikan. Mungkin harus diberikan kegiatan yang tersosialisasikan," kata dia.

Sandiaga ini kejadian dialami Ratna dan anggota DPRD DKI Fajar Sidik yang menolak untuk diderek disebut sebagai shock therapy. Sandiaga ingin menjadikan peristiwa itu sebagai pelajaran agar masyarakat tidak menirunya.

"Mungkin harus ada shock therapy, kayak Pak Fajar Sidik sama seperti itu. Yang penting masyarakat tahu itu enggak boleh," tandasnya.

Reporter: Anendya Niervana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP