Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah melengkapi data untuk proses penataan kawasan Tanah Abang. Selain data, Pemprov DKI juga sudah melakukan pemetaan kawasan Tanah Abang dari udara. Sandiaga menggunakan teknologi pesawat tanpa awak untuk memantau kawasan Tanah Abang.
"Sekarang kami sedang melengkapi data karena dua hari ini kami pantau lebih teratur dengan penertiban. kami juga sudah menurunkan drone di sana untuk melihat potret dari udara," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno saat ditemui di car free day, Minggu (5/11).
Dari hasil pantauan menggunakan pesawat tanpa awak, Sandi melihat penertiban kawasan tanah Abang beberapa hari terakhir sudah cukup efektif.
"Kemarin kita udah ambil dronenya dan dua hari ini kita melihat, dua hari ini penertibannya cukup efektif," katanya.
Terkait solusi untuk penataan Kawasan Tanah Abang, Sandi belum bisa menjelaskan detil. Setelah semua data dan kajian rampung, Pemprov DKI akan segera mengumumkan dan menjalankannya. Yang jelas, kata dia, solusinya lain dari sebelumnya.
"Nanti kita akan umumkan tapi kita janji solusinya out of the box jadi mohon teman-teman sabar. Dalam beberapa hari ke depan begitu Pak Anies meyakini data-data di situ, meyakini sosialisasi cukup kepada pakar dan pelaku transportasi di wilayah Tanah Abang, itu akan siap kita lakukan," ucapnya.
Sandiaga juga meminta bantuan organisasi Kebangkitan Jawara dan Pengacara atau Bang Japar untuk penataan kawasan Tanah Abang. Itu disampaikan Sandi saat bertemu dengan perwakilan pengurus Bang Japar di kantor Wali Kota jakarta Selatan.
"Ada solusi-solusi yang bisa dipikirkan bersama untuk penataannya. Dimana nanti Bang Japar juga bisa bersinergi untuk memastikan kegiatan ekonomi di Tanah Abang terus bergerak dan kesemrawutan itu bisa terbantukan dengan advokasi," jelasnya.
Salah satu cara melibatkan Bang Japar dalam penataan kawasan Tanah Abang adalah program yang dicetus oleh Sandi yaitu OKE OCE. Dengan jumlah anggota yang cukup banyak, Bang Japar membantu pemerintah melakukan pemberdayaan langsung ke masyarakat.
"Karena bang japar jumlahnya bayak sekali bisa dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan yang langsung ada di akar rumput. Salah satu wilayahnya tadi yang dibicarakan di tanah abang," tutupnya.