Ribuan Pemudik Naik di Terminal Kampung Rambutan
Merdeka.com - Kepala Terminal Kampung Rambutan, Made Joni mengatakan, telah terjadi penurunan jumlah pemudik Iduladha di Terminal Kampung Rambutan. Menjelang hari raya Iduladha tahun lalu, jumlah pemudik bisa mencapai 8-9 ribu orang. Sedangkan per 29 Juli 2020, jumlah penumpang hanya sekitar 1.400 orang.
"Biasanya sampai 9 ribu, sekarang hanya sekitar 1.400 saja," katanya saat dihubungi merdeka.com, Kamis (30/7).
Dia memaparkan data jumlah penumpang dan bus di Terminal Kampung Rambutan secara detail pada shift pertama. Per Kamis, 30 Juli 2020 pukul 14.00 WIB, jumlah bus di terminal kedatangan sebanyak 100 bus, sedangkan jumlah pemudik di terminal kedatangan sebanyak 576.
Pada terminal keberangkatan, jumlah bus hanya mencapai 85 saja. Jumlah orang di terminal keberangkatan yang mudik sebanyak 538 orang. Dalam data yang dihimpun sejak pukul 08.00 sampai 14.00 WIB terlihat jumlah bus maupun penumpang di terminal keberangkatan lebih sedikit daripada di terminal kedatangan.
Jumlah pemudik yang merosot tahun ini ditengarai oleh wabah virus Corona yang terus melonjak tinggi. Bahkan jumlah pemudik tahun ini lebih sedikit dari jumlah penumpang di hari biasa, sebelum virus Corona menyerang.
Di hari kerja tahun lalu, jumlah penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sekitar 3 sampai 4 ribu.
"Kalau dibandingkan hari normal saat sebelum Covid-19, sangat jauh. Jumlah penumpang hari Rabu, 29 Juli kemarin sekitar 1.400, hari ini belum tahu. Data yang dihimpun baru shift I. Baru sampai pukul 14 siang," ujarnya.
Made melihat, para pemudik telah menaati protokol kesehatan terutama memakai masker. Dia mengatakan, Terminal Kampung Rambutan mempunyai aturan yang harus dipatuhi bukan hanya oleh penumpang saja namun harus dipatuhi oleh siapa saja yang berada di terminal tersebut.
Secara keseluruhan, dia mengungkapkan, para penumpang maupun supir telah menggunakan masker. Sekalipun masih ditemukan sebagian penumpang yang tanpa masker, pihak terminal akan memberikannya masker.
"Protokol kesehatan sudah diterapkan. Sudah pakai masker. Kalau tidak, kita kasih. Paling kalau tidak pakai, dia habis makan atau minum. Tadi juga ada pengecekan langsung dari Ditlantas Polda Metro Jaya soal protokol kesehatan," tutup Made.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya