Petugas UPS memanfaatkan 375 botol bekas dan styrofoam untuk menciptakan sawah apung di atas Waduk Elok.
Petugas UPS (Unit Penanganan Sampah) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup memberi pupuk urea pada gelas plastik yang ditanam padi di atas air atau padi apung di Waduk Elok, Cakung, Jakarta Timur, Senin (1/4/2024). Foto: merdeka.com / Imam Buhori
Sawah apung ini menggunakan padi jenis IR yang merupakan program uji coba urban farming (pertanian kota) UPS (Unit penanganan Sampah) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup. Foto: merdeka.com / Imam Buhori
Advertisement
Mereka memanfaatkan 375 botol bekas dan styrofoam untuk menciptakan sawah apung di atas Waduk Elok. Foto: merdeka.com / Imam Buhori
Padi apung alias pertanian di atas air ini terinspirasi dari sebuah foto yang menunjukkan pertanian apung di China. Foto: merdeka.com / Imam Buhori
Advertisement
Lokasi padi apung ini berada sekitar 200 meter dari pintu masuk waduk Elok.
Tepatnya berada dekat dengan pos oranye milik UPS Badan Air Cakung. Foto: merdeka.com / Imam Buhori
Untuk penanaman padi apung tidak jauh berbeda dengan tanam padi biasanya ditanam di tanah.
Mekanisnya gelas plastik setinggi 15 centimeter yang sudah di lubangi pada beberapa titik lalu diisi dengan tanah dan pupuk organik. Foto: merdeka.com / Imam Buhori
Selanjutnya, styrofoam dilubangi di beberapa titik dengan diameter yang sesuai dengan gelas plastik. Foto: merdeka.com / Imam Buhori
Rencananya petak padi apung akan ditambah lagi sesuai dengan bentuk jembatan dermaga cinta"Love" dengan totalnya diprediksi mencapai sekitar tujuh petak. Foto: merdeka.com / Imam Buhori
Advertisement
Petugas UPS (Unit Penanganan Sampah) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup memberi pupuk urea pada gelas plastik yang ditanam padi di Waduk Elok, Cakung, Jakarta Timur, Senin (1/4/2024). Foto: merdeka.com / Imam Buhori