Pemprov DKI Kembali Gelar Tantangan Baca Jakarta, Ini Alasannya

Firmansyah menambahkan, pihaknya telah menyiapkan apresiasi yang akan diberikan bagi peserta yang konsisten mengikuti tantangan Baca Jakarta.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Pemprov DKI Kembali Gelar Tantangan Baca Jakarta, Ini Alasannya
Ruang Baca Jakarta. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Pemprov DKI Jakarta kembali mengadakan tantangan Baca Jakarta untuk triwulan II tahun 2023 pada Mei ini. Adapun kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kegemaran membaca di DKI Jakarta.

"Tantangan Baca Jakarta bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca dan kemampuan menulis masyarakat, menumbuhkan budaya gemar membaca dan membangun kultur literasi sejak dini, serta membangun kegiatan membaca menjadi suatu ‘gerakan bersama’ antara pemerintah dan masyarakat," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Pusip) DKI Jakarta Firmansyah dalam rilis resmi, Kamis (18/5).

Firmansyah mengatakan, tantangan Baca Jakarta kali ini dapat diikuti oleh seluruh usia masyarakat Ibu Kota. Masyarakat yang tertarik untuk mengikuti tantangan ini dapat langsung mendaftar diri dengan mengunjungi Website Perpustakaan Jakarta di https://perpustakaan.jakarta.go.id/.

“Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mengikuti Baca Jakarta dan dapat meningkatkan kegemaran membaca, yang tentunya akan berdampak positif bagi masyarakat dan kota Jakarta secara luas,” ujar Firmansyah.

Firmansyah menambahkan, pihaknya telah menyiapkan apresiasi yang akan diberikan bagi peserta yang konsisten mengikuti tantangan Baca Jakarta.

“Apresiasi-apresiasi tersebut akan diberikan pada setiap akhir tantangan dan diharapkan dapat menjadi dorongan bagi masyarakat untuk mengikuti tantangan Baca Jakarta. Semoga tantangan Baca Jakarta dapat semakin meningkatkan kegemaran membaca masyarakat di DKI Jakarta sebagai Kota Literatur Dunia," imbuhnya.

Sebagai informasi, pada triwulan I 2023, sebanyak 12.401 orang mengikuti tantangan Baca Jakarta yang terdiri dari anak usia sekolah hingga lansia di atas 60 tahun.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Pusip) DKI Jakarta Firmansyah melakukan kunjungan ke Yayasan Cipta Loka Caraka di Jl. Prof. Moh. Yamin S. H., No. 37 Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (17/5). Kunjungan ini dilakukan untuk memperingati Hari Kearsipan Nasional ke-52 Tahun 2023.

Dalam kesempatan tersebut, Firmansyah melihat langsung sumber arsip pribadi Romo Heuken, seorang penulis kelahiran Jerman yang memilih menjadi warga negara Indonesia.

"Beliau antusias mengumpulkan dan mengoleksi tentang sejarah DKI Jakarta. Koleksi ini bisa jadi sumber sejarah, sumber tulisan dan kearsipan sejarah perkembangan Jakarta mulai dari zaman kerajaan hingga saat ini," kata Firmansyah, Kamis (17/5).

Total, sebanyak 8.000 buku menjadi koleksi pribadi Romo Heuken dan arsip tertua berasal dari tahun 1650. Firmansyah mengatakan, Romo Heuken bukan hanya menulis buku tentang gereja-gereja di Jakarta, tapi juga masjid-masjid dan kelenteng-kelenteng.

“Arsip dan karyanya yang disimpan ini menjadi penting untuk memperkaya sejarah kita. Maka itu, Dispusip DKI Jakarta berencana untuk mengumpulkan dan mendigitalisasi koleksi tersebut,” ujar Firmansyah.

Maka dari itu, Pemprov DKI melalui Dinas Pusip mendorong pengelolaan arsip dengan digitalisasi. "Proses digitalisasi arsip ini akan kami kombinasikan antara arsip yang sudah kami miliki dengan arsip perseorangan. Nantinya, saat proses digitalisasi sudah lengkap, akan kami tayangkan di web atau media sosial," jelas Firmansyah.

Sementara itu, Romo Maswan Susinto selaku Ketua Yayasan Cipta Loka Caraka mengapresiasi upaya Pemprov DKI Jakarta untuk merawat arsip yang ada dengan digitalisasi.

"Langkah digitalisasi yang akan dilakukan ini tentunya butuh dukungan dan kerja sama dengan pihak yang memiliki kompetensi, yakni Dispusip DKI Jakarta," ujarnya.

Rekomendasi