Sumur Resapan Vertikal Diklaim Ampuh Kurangi Banjir Sampai 30%

Sebanyak 200 titik sumur resapan akan dibuat di 10 kecamatan di Jakarta Selatan. Pembangunan seluruhnya ditargetkan rampung pada Juni 2023 mendatang.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Sumur Resapan Vertikal Diklaim Ampuh Kurangi Banjir Sampai 30%
Pembangunan Sumur Resapan di RPTRA. ©2022 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Pemprov DKI Jakarta kembali melanjutkan pengerjaan sumur resapan yang pernah digagas era Gubernur Anies Baswedan. Sumur resapan dibuat sebagai upaya mengurangi dampak genangan ketika musim penghujan tiba.

Sejumlah titik sumur resapan mulai dikerjakan di kawasan Jakarta Selatan. Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo mengklaim sumur resapan model baru atau drainase vertikal yang saat ini dikerjakan ampuh mengatasi banjir sebesar 20 sampai 30 persen. Sebanyak 200 titik sumur resapan akan dibuat di 10 kecamatan di Jakarta Selatan.

"Masing-masing 20 drainase vertikal (di setiap kecamatan). Ya lumayan lah (efektivitas menangani banjir) bisa 20 sampai 30 persen," kata Santo ketika dikonfirmasi, Senin (15/5).

Santo menargetkan, pembangunan 200 drainase vertikal ini rampung pada Juni 2023 mendatang.

"Ini dua bulan lah Insya Allah sudah bisa wujudkan drainase vertikal," tambah Santo.

Berhasil di Jl DI Panjaitan Jaktim

Santo menambahkan, sebelumnya program sumur resapan vertikal ini sudah diterapkan di sejumlah titik di kawasan Jakarta Timur, salah satunya di Jl DI Panjaitan. Diklaim, keberadaan sumur resapan dititik itu berhasil mengurangi banjir di wilayah tersebut.

"Di DI Panjaitan yang tadinya banjir-banjir terus sekarang Alhamdulillah," katanya.

Tak hanya Pemkot Jaktim, perusahaan swasta di sana pun turut andil dalam membangun sumur resapan baru ini.

Cara Kerja Sumur Resapan Vertikal

Santo menjelaskan cara kerja sumur resapan vertikal. Yakni membiarkan air hujan terserap tanah dan dialirkan melalui saluran drainase.

"Tapi kalau kena tanah pasir itu penyerapannya bagus dan sudah kita uji coba waktu di DI Panjaitan sama Wakil Ketua Dewan (DPRD) dan Komisi D berikut anggotanya. Waktu itu kita coba dengan pemadam, dengan 10 ribu liter itu memakan waktu cuma 7 menit itu sudah kering," jelas Santo.

Rekomendasi