Perbedaan sikap terjadi disampaikan antara Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono dengan Polda Metro Jaya dalam menyikapi tradisi takbiran keliling menjelang malam Hari Raya Idul Fitri 1444 H.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan alasan mengimbau warga tidak melakukan takbiran keliling. Karena berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
"Kemudian terkait dengan tradisi adanya masyarakat untuk melakukan takbir keliling. Tentu kami mengimbau untuk tidak dilakukan, langkah-langkah ini tentunya kembali dalam rangka memelihara Kamtibmas," kata Trunoyudo kepada wartawan, Kamis (20/4).
Sehingga, Trunoyudo menyarankan bila tradisi takbiran seyogyanya bisa dilangsungkan di tempat-tempat ibadah. Mengingat, dari hasil evaluasi adanya konvoi atau arak-arakan kendaraan bisa mengganggu kamtibmas di masyarakat.
Advertisement
Meskipun masih sebatas imbauan, tetapi Trunoyudo memastikan pihaknya bekerjasama dengan TNI dan Pemprov DKI akan melakukan pengawasan selama malam takbiran. Sesuai pendekatan preemptive maupun preventif guna mencegah hal-hal yang tak diinginkan.
"Silakan (takbiran), tapi di tempat ibadah ya. Bawa anak-anak bawa keluarga takbiran, tentu ini menjadi suatu hal yang menyambut kemenangan pasca seluruhnya purna. Purna melaksanakan ibadah puasa untuk besoknya Idul Fitri," tuturnya.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, pihaknya mengizinkan konvoi takbiran menjelang hari raya Idulfitri 1444 H. Meskipun demikian, konvoi tersebut jangan sampai mengganggu keamanan dan ketertiban Ibu Kota.
"Jaga keselamatan saja. Yang aman, pakai helm, jaga kesehatan. Jangan mengganggu keamanan dan ketertiban," kata Heru saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (19/4).
Advertisement
Meskipun demikian, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin berharap takbiran dilakukan di dalam rumah ibadah.
"Ya diimbau untuk takbirannya di tempat ibadah masing-masing lah, di masjid, musala," kata Arifin kepada wartawan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Namun, Arifin mengimbau untuk tak melakukan konvoi dengan kendaraan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
"Kan sudah ada imbauan untuk tidak keliling apalagi pakai kendaraan yang mengganggu ketertiban umum. Tentu kita larang," ujar Arifin.