Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memastikan akan memfasilitasi para pesepeda. Hal tersebut menanggapi kritikan karena penutupan jalur sepeda dan trotoar di Simpang Santa, Jakarta Selatan.
"Ya kan jalur sepeda difasilitasi oleh Dishub, mudah-mudahan tidak ada yang terlupakan, tidak ada yang terabaikan, kita fasilitasi semua," kata Heru di kawasan Monas, Jakarta, Senin (17/4).
Heru mengatakan, penutupan saat ini dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan. Ia jamin bakal memfasilitasi para pesepeda.
"Ya namanya kita fasilitasi, kita atur semuanya untuk mengurangi kemacetan," ujarnya.
Advertisement
Diprotes Warga
Kebijakan pemerintah provinsi DKI Jakarta menutup jalur pesepeda dan trotoar di Simpang Santa diprotes warga DKI.
Ketua Umum Bike To Work Indonesia Fahmi Saimima mengatakan, perjalanan Jakarta menjadi kota layak huni dan mudah diakses banyak orang hancur karena kebijakan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
"Pengembangan lajur sepeda di Jakarta adalah yang paling progresif di dunia saat ini, jadi seharusnya dipertahankan dan diperluas secara massif di seluruh wilayah kota. Apapun yang dilakukan DKI Jakarta akan menjadi benchmark bagi kota-kota lain tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara. Lajur sepeda selain sebagai penanda kemajuan peradaban kota, juga sangat efektif mengendalikan kemacetan dan emisi kendaraan," katanya.
Penghapusan jalur sepeda dan trotoar itu menjadi langkah mundur bagi Jakarta. Akibat mengurangi fasilitas bagi warga yang tidak menggunakan kendaraan bermotor.
"Apa yang sudah dikembangkan oleh Pemerintah DKI Jakarta, hendaknya dipertahankan dan jangan set back agar masyarakat terfasilitasi dengan baik untuk memanfaatkan non-motorized mobility terutama berjalan kaki. Penghancuran trotoar menjadi jalan raya, jelas langkah set back," tegas Alfres Sitorus, Ketua Koalisi Pejalan Kaki.