Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi merelokasi Monumen Tritura 66 atau yang dikenal juga dengan Tugu 66 di Taman Menteng. Taman Menteng merupakan sebuah ruang terbuka hijau (RTH) yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Kini, kehadiran Tugu 66 membuat suasana Taman Menteng semakin ciamik. Posisi Tugu 66 berada di sebelah lapangan voli. Tepatnya menghadap ke Jalan Prof. Moh. Yamin Sh.
Tugu 66 merupakan ikon gerakan mahasiswa dan pelajar yang dicetuskan pada tahun 1966 dalam peristiwa Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura).
Monumen tersebut direlokasi dari Jalan HR Rasuna Said oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena terkena proyek LRT Jabodebek juga sekaligus memperingati 56 tahun Peristiwa Tritura.
Anies berharap, Tugu 66 dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk bergerak dan melakukan perubahan.
"Anak-anak mampir dan biarkan nanti keluarga-keluarga yang membawa anak-anaknya membaca kisah ini dan mereka akan terinspirasi dengan mengatakan bahwa ada sebuah masa di mana anak-anak muda tak pilih menonton, tak pilih diam tapi memilih bergerak dan melakukan perubahan," ucap Anies saat meresmikan relokasi Tugu 66, Rabu (5/10).
Advertisement
Taman Menteng Dibuka Kembali
Saat angka kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi, pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta sempat melakukan penutupan puluhan RTH, termasuk Taman Menteng. Kini, taman ini sudah kembali dibuka untuk umum.
Adapun Taman Menteng menawarkan berbagai fasilitas. Antara lain lapangan olahraga, jogging track, serta sarana bermain anak. Terdapat dua lapangan olahraga. Satu lapangan digunakan untuk basket dan futsal, sedangkan lapangan kedua untuk voli.
Selain itu, Taman Menteng memiliki dua rumah kaca. Biasanya bangunan tersebut digunakan untuk pameran karya seni. Taman ini juga menyediakan gedung parkir, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pantauan merdeka.com pada Kamis (6/10), kondisi taman cukup sepi. Hanya tampak sejumlah warga bersantai di area taman. Sementara di lapangan olahraga, sedang dilakukan pengecatan ulang.
Keterangan salah seorang penyedia jasa layanan perorangan (PJLP) yang sedang bertugas, aktivitas di taman ini lebih ramai saat sore hari. Seperti berolahraga ataupun sekadar jalan santai.
"Banyak yang olahraga biasanya sore nanti. Ada voli, terus basket sama futsal. Kalau enggak olahraga, paling jalan-jalan aja gitu. Terus kalau Sabtu dan Minggu sering pada main di sini," ujar PJLP yang enggan disebut namanya.
Dia mengaku telah bertugas di Taman Menteng selama lima tahun terakhir. Menurut dia, sejak pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu, intensitas keramaian di taman ini mengalami penurunan.
"Dulu sebelum Covid jauh lebih ramai, sekarang sepi," kata dia.
Reporter Magang: Michelle Kurniawan