Raut Muka Sedih Wagub Riza di Samping Jenazah Siswa MTsN 19 Korban Tembok Roboh

Riza meminta seluruh pihak untuk saling mendoakan.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Raut Muka Sedih Wagub Riza di Samping Jenazah Siswa MTsN 19 Korban Tembok Roboh
Wagub DKI Riza Patria di rumah siswa MTsN 19. ©2022 Merdeka.com

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengunjungi kediaman salah satu korban robohnya tembok MTSN 19 Pondok Labu, Jakarta Selatan. Adapun Riza mendatangi keluarga DSG (13) di Pangkalan Jati Baru, Depok.

"Tadi saya lihat DSG, anaknya sangat baik. Salatnya rajin lima waktu bahkan setiap subuh. Selalu salat di musala dekat rumah. Insyaallah saya yakin anak ini akan husnul khatimah," kata Riza setelah takziah.

Riza juga mengatakan bahwa peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak, khususnya pemerintah provinsi DKI Jakarta.

"Tentu kami turut berduka cita dan ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Nanti, kita akan evaluasi," kata Riza.

Kemudian, Riza meminta untuk para orangtua tetap menjaga anak-anaknya di masa hujan ini. Ia juga mengimbau anak-anak untuk lebih berhati-hati.

"Kami minta juga semua para orang tua untuk kita terus menjaga anak-anak kita dan anak-anak kita juga di musim hujan ini harus lebih berhati-hati," ucap Riza.

Lebih lanjut, Riza meminta seluruh pihak untuk saling mendoakan.

"Mudah-mudahan ini menjadi hikmah. Kita mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar bisa sabar. Kami turut berduka cita sekali lagi untuk keluarga," kata Riza.

Sebelumnya, terjadi peristiwa tembok roboh di Gedung Sekolah MTsN 19 pada Kamis (6/10) pukul 14.50 WIB di Jl. Pinang Kalijati No.1 RT.08/09, Kel. Pondok Labu, Kec. Cilandak, Jakarta Selatan setelah hujan lebat yang melanda Jakarta.

Beberapa siswa yang sedang bermain di area taman sekolah tertimpa tembok yang roboh karena tembok tidak mampu menahan luapan air yang ada. Posisi sekolah berada di dataran rendah, yang di sekitarnya terdapat saluran PHB Pinang Kalijati dan di belakang sekolah terdapat aliran sungai.

Akibatnya, terdapat tiga siswa yang meninggal siswa, yaitu DSG (13), MAE (13), dan DAL (13).

Adapun korban luka-luka berjumlah tiga orang, yaitu ADA (13), NIF (15), dan ND (14).

Rekomendasi