Begini Cara Kerja Saringan Sampah di Kali Ciliwung, Libatkan Ribuan Petugas

Petugas yang dikerahkan akan memilah sampah pada tahap penyaringan sebelum sampah tersebut dicacah. Lalu bagaimana proses penyaringannya?

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Begini Cara Kerja Saringan Sampah di Kali Ciliwung, Libatkan Ribuan Petugas
Saringan Sampah Kali Ciliwung. ©2022 Merdeka.com

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta siap mengerahkan ribuan petugas Penyedia Jasa Layanan Perorangan (PJLP) untuk program Sistem Pengambilan dan Treatment Sampah Badan Air melalui Rekayasa Sungai atau saringan sampah pada Kali Ciliwung Segmen TB Simatupang. Hal tersebut disampaikan Ketua Dinas Lingkungan Hidup Asep Kuswanto.

"Kami memiliki cukup banyak tenaga kerja PJLP. Itu bisa kami berdayakan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Asep Kuswanto saat peninjauan proyek pembangunan penyaringan sampah Kali Ciliwung di Jakarta, Senin.

Petugas yang dikerahkan akan memilah sampah pada tahap penyaringan sebelum sampah tersebut dicacah. Lalu bagaimana proses penyaringannya?

Proses penyaringan sampah dibagi dalam dua tahap. Pada proses saringan tahap 1, digunakan untuk menangkap sampah-sampah ukuran di atas 50 cm. Sampah kemudian diangkat dari badan air dan ditempatkan di Conveyor untuk dihancurkan menjadi ukuran lebih kurang 5 cm - 20 cm.

Setelah itu, dilakukan proses saringan tahap dua. Pada tahapan ini, sampah ukuran di atas 20-50 cm diangkat dari badan air, kemudian ditempatkan di Conveyor dan kemudian membawa ke mesin penghancur atau Secondary Crusher untuk dihancurkan menjadi ukuran lebih kurang 3 cm – 5 cm.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, ini adalah proyek pengelolaan sampah pertama di Indonesia. Apabila efektif, Anies rasa cocok diterapkan di seluruh Indonesia.

"Ini adalah proyek pertama kali (di Jakarta) dan bahkan pertama kali di Indonesia ada penyaringan seperti ini. Nah, kita lihat nanti seberapa efektif. Secara teoritik efektif ini, kita lihat di lapangan. Kemudian, dari situ nanti bisa dikembangkan di semua tempat, bahkan bukan hanya di Jakarta tapi di seluruh Indonesia," kata Anies.

Anies mengungkapkan, sebanyak 52 ton sampah yang melintas di segmen Sungai Ciliwung setiap harinya. Sampah tersebut setara dengan 1 bus Transjakarta tipe tronton. Oleh karena itu, saringan sampah ini diharapkan bisa mengendalikan sampah agar tidak masuk ke dalam kota.

"Nah, harapannya ini akan bisa mengendalikan sampah untuk tidak masuk ke dalam kota. Sebagai informasi saja, timbunan sampah yang lewat di segmen Sungai Ciliwung ini adalah sebesar 52 ton per hari. Kira-kira ini setara dengan satu bus Transjakarta jenis tronton, per hari. Nah, bisa dibayangkan banyaknya sampah yang masuk, 52 ton per hari, kalau ini dibiarkan tiap bulan akan berada di pintu air Manggarai dengan jumlah yang fantastis," jelas Anies.

Saringan sampah ini juga bermanfaat menjaga pompa-pompa pengendalian banjir yang dioperasikan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta agar tidak mengalami efek bendung yang dapat berakibat banjir, seperti Pompa Waduk Pluit, Pompa Ancol, dan Pompa Gambir.

Fasilitas yang menghabiskan anggaran APBD 2022 sebesar Rp195 miliar ini ditargetkan rampung pada Desember 2022 dan memiliki estimasi pengolahan per jam mencapai sekitar 40 meter kubik sampah.

Setelah terkumpul, sampah tersebut juga direncanakan untuk dijual kepada salah satu perusahaan semen setelah diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan.

Rekomendasi