Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tidak menampik jelang dan selama Ramadan mulai terjadi peningkatan tunawisma di pinggir Jalan Jakarta. Untuk itu, ia menyampaikan, Satpol PP dan Dinas Sosial akan menertibkan para tunawisma.
"Nanti Dinas Sosial dan Satpol PP dan Dinas terkait nanti akan coba mengatur dan mentertibkannya," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Senin (28/3).
"Memang itu betul sekali, jadi biasanya jelang musim atau bulan suci Ramadan diikuti dengan peningkatan mohon maaf yang minta minta bantuan khususnya di jalan jalan, pengemis dan sebagainya" imbuhnya.
Sementara keputusan penetapan Ramadan 1443 Hijriah akan disampaikan dalam sidang yang akan dilangsungkan di Gedung Kementerian Agama pada pada Jumat, 1 April 2022 petang.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib menjelaskan, sidang Isbat akan mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis (hisab) dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan (rukyatul) hilal. Secara hisab, kata Adib, semua sistem sepakat bahwa ijtimak menjelang Ramadan jatuh pada Jumat, 1 April 2022 M atau bertepatan dengan 29 Syakban 1443 H sekitar pukul 13.24 WIB.
"Pada hari rukyat, 29 Syakban 1443 H, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 1 derajat 6,78 menit sampai dengan 2 derajat 10,02 menit," jelas Adib dalam rilis yang diterima merdeka.com, di Jakarta, Jumat (25/3).
Kemenag juga telah menetapkan 101 lokasi titik rukyatul hilal di seluruh Indonesia. Rukyatul hilal tersebut akan dilaksanakan oleh Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota, bekerjasama dengan Peradilan Agama dan Ormas Islam serta instansi lain, di daerah setempat.
"Hasil rukyatul hilal yang dilakukan ini selanjutnya akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan Sidang Isbat Awal Ramadan 1443 H," sambungnya.
Ditambahkan Kepala Subdit Hisab Rukyat dan Syariah, Ismail Fahmi, sidang isbat awal Ramadan 1443 H akan dihadiri sejumlah Duta Besar Negara Sahabat, Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Lembaga dan instansi terkait, Anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kementerian Agama, dan Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Islam dan Pondok Pesantren.