Pengelola Pastikan Alarm Berfungsi Saat Kebakaran Gedung Cyber

Dia mengaku tidak mengetahui secara detail kedua korban meninggal dunia yang saat itu bertugas dapat terjebak. Padahal sistem peringatan kebakaran sudah berbunyi.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Pengelola Pastikan Alarm Berfungsi Saat Kebakaran Gedung Cyber
Kebakaran Gedung Cyber 1. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Manajer Pengelola Gedung Cyber 1 Jakarta Selatan, Dwi Anggodo mengatakan, sistem peringatan (alarm) berfungsi normal saat terjadi kebakaran di lantai dua. Sebab dalam peristiwa tersebut, dua orang pengunjung ditemukan meninggal dunia.

"Iya dong. Kita kemarin keluar karena alarm. Terutama gedung pengelola data seperti ini, itu safety nya lebih ketat lagi keamanannya," katanya di Gedung Cyber 1 Mampang Jakarta Selatan, Jumat (3/12).

Dia mengaku tidak mengetahui secara detail kedua korban meninggal dunia yang saat itu bertugas dapat terjebak. Padahal sistem peringatan kebakaran sudah berbunyi.

"Saya sendiri kurang jelas kenapa kemarin mereka bisa terjebak di dalam karena seluruh karyawan kan sudah keluar. Mungkin mereka bingung, mereka tidak sadar ada alarm atau apa, mungkin seperti itu," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Sementara itu, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan turun tangan menginvestigasi kebakaran yang terjadi di Gedung Cyber 1.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan mengatakan, proses penyelidikan sedang berjalan. Penyidik telah meminta keterangan sejumlah saksi pada Kamis kemarin.

"Iya (kami lakukan lidik). Beberapa saksi sudah diperiksa," kata dia dalam keterangannya, Jumat (3/12).

Ridwan menerangkan, kepolisian dalam hal ini ingin memastikan penyebab kebakaran. Ridwan menyebut, tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri juga ikut ambil bagian dalam mengusut kasus ini selain dari Satuan Reskrim.

"Ya betul (ada juga tim labfor)," terang dia.

Kebakaran dilaporkan ke petugas pemadam pada pukul 12.35 WIB Kamis (2/12). Petugas Gulkarmat DKI menemukan tiga orang dalam keadaan tak sadarkan diri di lantai 2 ruang server. Dua orang meninggal karena terlalu banyak menghirup asap.

Rekomendasi