Bangunan kedai kopi yang berada di atas saluran air di Kemang Utara, Jakarta Selatan sudah dibongkar sejak Kamis (25/11) pagi. Lurah Bangka, Mampang Prapapatan, Firdaus Aulawy Rois mengatakan, tidak seluruh bangunan dibongkar.
"Sejak Kamis sudah mulai dibongkar bagian bangunan yang di atas saluran air. Pembongkaran dilakukan oleh pemilik bangunan," ucap Firdaus kepada merdeka.com, Jumat (26/11).
Berdasarkan pengakuan pemilik bangunan yang disampaikan kepada Firdaus, bangunan mereka berdiri di atas lahan pribadi. Hanya saja, tanpa sepengetahuan pemilik, luas bangunan diperlebar hingga ke atas saluran air oleh penyewa bangunan.
Perluasan bangunan hingga atas saluran air tanpa diinformasikan ke pemilik bangunan.
"Jadi tidak semua bangunan dibongkar," kata Firdaus.
Baru tiga bulan menjabat sebagai lurah, Firdaus mengaku belum tahu banyak mengenai kapan berdirinya bangunan-bangunan di daerah Kemang Utara yang menjadi sorotan ini. Yang jelas, dari hasil laporan yang ia terima ada lima bangunan yang sebagian dibangun di atas saluran air.
Firdaus pun enggan mengomentari ada tidaknya kontrol oleh dinas terkait terhadap bangunan-bangunan di wilayah Kemang Utara.
Dalam kejadian ini, Firdaus menyatakan bahwa kelurahan bersikap mengawasi jika pemilik bangunan membutuhkan alat-alat ataupun fasilitas dalam kegiatan pembongkaran.
Perihal adanya sanksi terhadap pemilik bangunan, Firdaus juga enggan menjawab.
"Bukan kapasitas saya menjawab itu," pungkasnya.