Kasatpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat membenarkan bila sempat terjadi kericuhan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Jakarta Barat. Hal tersebut terjadinya akibat para peziarah memaksa masuk.
"Iya benar (tadi sempat ricuh)," katanya saat dihubungi, Jumat (14/5).
Karena itu, dia mengungkapkan, pihak TPU sempat memperbolehkan para warga untuk berziarah.
"Jumlahnya banyak ada seratusan kali yang coba daripada nanti diprovokasi yang enggak-enggak jadi akhirnya diberikan masuk," ujarnya.
Kendati begitu, Tamo menyatakan, sejumlah petugas terus melakukan pengawasan terkait protokol kesehatan yang ada.
"Kita ingatkan supaya ziarahnya dipercepat gitu, enggak usah ngobrol-ngobrol lagi selesai ziarah langsung pulang, enggak berkumpul-kumpul," jelas dia.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya bersama kepala daerah wilayah penyangga bersepakat akan menutup seluruh Tempat Pemakaman Umum (TPU).
Hal tersebut disampaikan Anies usai rapat koordinasi bersama dengan kepala daerah wilayah penyangga, Pangdam Jaya, hingga Kapolda Metro Jaya.
"Ziarah kubur ditiadakan 12-16 Mei 2021. Seluruh pemakaman Jabodetabek akan ditutup dari pengunjung untuk ziarah," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (10/5).
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan larangan tersebut guna mencegah adanya kerumunan di pemakaman. Sebab saat ini kondisi masih pandemi Covid-19.
Kendati begitu, lanjut Anies, kegiatan untuk pemakaman tetap dapat dijalankan.
Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com