Teror di Makassar dan Mabes Polri, Wagub DKI Minta Pemprov Tingkatkan Keamanan

Politikus Gerindra itu bahkan menuturkan Sekretaris Daerah membuat surat edaran internal untuk tetap waspada terhadap lingkungan sekitar.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Teror di Makassar dan Mabes Polri, Wagub DKI Minta Pemprov Tingkatkan Keamanan
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengingatkan perangkat pejabat provinsi hingga kelurahan meningkatkan kewaspadaan menyusul rentetan serangan teror dalam satu pekan terakhir. Peningkatan standar keamanan juga diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi.

Politikus Gerindra itu bahkan menuturkan Sekretaris Daerah membuat surat edaran internal untuk tetap waspada terhadap lingkungan sekitar.

"Pak Sekda juga sudah membuat edaran agar di internal kami untuk melakukan upaya upaya pencegahan di antaranya siapa saja yang keluar masuk lingkungan Pemprov di seluruh jajaran dari tingkat provinsi sampai tingkat kelurahan agar diperketat, harus hati-hati," ucap Riza di Balai Kota, Kamis (1/4).

Akibat dari rangkaian aksi teror di beberapa tempat, Riza mengatakan akses masuk ke lingkungan Pemprov sangat selektif. Misalnya saja, pengendara mobil wajib membuka kaca, pengendara motor melepas helm dan jaket, dan wajib menunjukkan tanda pengenal identitas.

"Prinsipnya kita meminta seluruh jajaran di internal kami dulu dari Pemprov sampai kelurahan untuk melakukan upaya-upaya ekstra dalam rangka pencegahan, penanganan dan pengendalian."

Dalam sepekan terakhir, aksi teror terjadi di dua lokasi. Minggu (28/3) pagi terduga teroris melancarkan aksinya dengan meledakkan bom bunuh diri di depan gerbang gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan. Pelaku sebanyak 2 orang merupakan pasangan suami istri.

Tindak lanjut dari aksi tersebut polisi melakukan penangkapan terhadap beberapa orang diduga terafiliasi dengan jaringan teroris, di Condet Jakarta Timur dan Kabupaten Bekasi.

Terduga teroris kembali beraksi di Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri) pada Rabu (31/3) sore. Seorang wanita dengan mengenakan pakaian serba hitam, bercadar, dan mengenakan kerudung biru itu menodongkan senjata ke polisi di pos penjagaan.

Setelah peringatan polisi diabaikan, terduga teroris itu akhirnya ditembak dan tewas di tempat.

Halaman
Rekomendasi