Polisi menangkap dua pemerkosa bocah NF. NF juga menjadi tersangka kasus pembunuhan bocah di Sawah Besar, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Satu dari dua pelaku adalah keluarga korban. Sedangkan pelaku lainnya ada kekasih NF.
"Ada tiga pelakunya. Di antaranya paman (inisial R) dan kekasihnya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung, Kamis (14/5).
Pemerkosaan terhadap NF sudah dilakukan lebih dari satu kali. Terakhir, sebelum NF melakukan pembunuhan. Peristiwa itu terungkap saat dilakukan pemeriksaan terhadap NF.
"Itu kami baru ungkap dari keterangan si NF. Saat pemeriksaan," katanya.
Saat ini, berkas para pelaku dan NF sudah lengkap.
"Iya sudah P21. Tinggal dilakukan persidangan," pungkas Tahan.
Sebelumnya, Direktorat Jendral Rehabilitasi Sosial berhasil mengungkap fakta baru di balik kasus pembunuhan yang menyeret seorang remaja berinisial NF terhadap bocah berusia enam tahun berinisial APA.
Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial membeberkan hasil pemeriksaan fisik dan psikologis NF selama di Rumah Sakit Polri Jakarta Timur. Menurut Harry Hikmat, psikolog mampu membuka sisi lain kehidupan NF.
"NF juga menjadi korban kekerasan seksual oleh 3 orang terdekatnya hingga kini hamil 14 minggu," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5).
Harry menerangkan, NF berada dalam dua posisi sekaligus, yaitu sebagai pelaku pembunuhan dan menjadi korban kekerasan seksual.
"Kasus kedua juga perlu diselidiki untuk mendapatkan kesimpulan logis mengapa anak ini melakukan tindak kekerasan," kata Harry
Di sisi lain, Harry menegaskan, pentingnya memenuhi hak NF sebagai anak yang membutuhkan perlindungan khusus.
Saat ini NF telah dirujuk ke Balai Anak 'Handayani' di Jakarta. Di Balai milik Kemensos tersebut. NF mendapatkan layanan rehabilitasi sosial sambil menunggu proses peradilan.
Pekerja social dan psikolog Handayani telah melakukan beberapa terapi kepada NF. Saat ini, kondisi NF sudah menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik, secara fisik, psikis, sosial dan spiritual.
NF bahkan meminta untuk tetap berada di Balai Anak "Handayani" Jakarta dan ingin mengurus sendiri anaknya setelah lahir.
"Kondisi fisiknya tampak sehat dan sudah mampu menjaga kebersihan diri. Secara sosial, NF mulai terbuka dengan petugas untuk menceritakan permasalahannya dan merasa nyaman berada di balai," ujar Harry.
Seperti diketahui sebelumnya, pembunuhan tersebut dilakukan NF pada Kamis (5/3) sore di rumahnya di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Korban yang merupakan teman dari adik pelaku tiba-tiba dipanggil oleh pelaku ke rumahnya.
Korban kemudian diminta mengambil mainan di dalam bak mandi. Namun korban kemudian ditenggelamkan ke dalam bak mandi hingga tewas.
Setelah itu, N kemudian mengangkat jenazah korban. Dia menyembunyikan jasad korban di dalam lemarinya.
Hingga akhirnya, pada Jumat (6/3), N menyerahkan diri ke Polsek Taman Sari. Di sana, dia mengaku telah membunuh seorang anak dan menyimpan mayatnya di lemari.