Polda Metro Pastikan Granat Asap di Monas Bukan Milik Polisi

Hari ini, lokasi bekas ledakan tampak normal. Tak ada lagi garis polisi yang terpasang. Hanya terlihat bekas tanah berserakan.

Tri Yuniwati Lestari
Oleh Tri Yuniwati Lestari - Reporter
Polda Metro Pastikan Granat Asap di Monas Bukan Milik Polisi
Lokasi ledakan di Monas. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Tim Labfor masih menyelidiki penyebab granat asap meledak di kompleks Monas dan melukai dua anggota TNI. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (3/12) kemarin.

"Puslabfor masih menyelidik serpihan-serpihan itu bisa memastikan apakah itu granatnya granat asap atau yang lain tapi dugaan awal adalah granat asap," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, di RS Polri, Rabu (4/12).

Soal keberadaan granat asap di Monas juga masih dicari tahu. Dipastikan Yusri, benda tersebut bukan milik kepolisian.

"Tidak ada, tidak ada punya polisi. Siapa bilang punya polisi," katanya.

Hari ini, lokasi bekas ledakan tampak normal. Tak ada lagi garis polisi yang terpasang. Hanya terlihat bekas tanah berserakan.

Pengamanan di sekitar lokasi juga tak ada penambahan. Bekas lokasi granat meledak juga tidak dilakukan penjagaan.

"Pengamanan bersenjata tidak ada, tapi untuk sekadar patroli masih ada di sini," ujar Elim, staf sarana Monas.

Pengunjung juga tampak berlalu-lalang di sekitar lokasi. Bahkan, beberapa pengunjung tampak duduk di sekitar lokasi ledakan.

"Iya kemarin dengar ada berita ledakan, tapi keliatannya udah aman karena udah dibuka lagi, jadi saya bisa istirahat di sini," kata Adit, 26 tahun, pengunjung monas.

Seorang petugas UPK Monas yang tak mau disebutkan namanya juga yakin lokasi bekas ledakan sudah aman dan dapat dilalui kembali.

"Ya lokasi sudah aman, pengunjung juga udah mulai lewat sini lagi," ujarnya.

Rekomendasi