Pemprov DKI Imbau Panitia Kurban Tak Gunakan Plastik Untuk Bungkus Daging

Dia menjelaskan kantong plastik merupakan jenis sampah yang membutuhkan waktu ratusan tahun agar terurai. Kantong plastik hitam juga hasil proses daur ulang plastik bekas pakai.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pemprov DKI Imbau Panitia Kurban Tak Gunakan Plastik Untuk Bungkus Daging
Dagang hewan kurban di trotoar. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Dinas Lingkungan Hidup mengimbau agar seluruh panitia Idul Adha di Ibu Kota tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai (PSP). Apalagi penggunaan kantong plastik hitam ketika pembagian daging kurban.

"Agar panitia kurban menggunakan wadah yang ramah lingkungan, seperti daun pisang, daun talas, besek bambu, besek daun kelapa, besek daun pandan atau bahan ramah lingkungan lainnya," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih di Jakarta, Selasa (23/7).

Dia menjelaskan kantong plastik merupakan jenis sampah yang membutuhkan waktu ratusan tahun agar terurai. Kantong plastik hitam juga hasil proses daur ulang plastik bekas pakai.

Lanjut dia, dalam proses daur ulangnya pun juga ditambahkan berbagai bahan kimia. Sehingga dapat menambah dampak bahaya dari penggunaannya.

"Riwayat penggunaan sebelumnya tidak diketahui, apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, limbah logam berat, kotoran hewan atau manusia," ucapnya.

Karena hal itu, Andono mengharapkan agar momentum Idul Adha dapat menjadi bagian Pemprov DKI Jakarta untuk kampanye pengurangan penggunaan kantong plastik sekali pakai.

"Idul Adha masih beberapa pekan ke depan, masih ada waktu yang cukup bagi panitia untuk mempersiapkannya dengan baik. Agar lebih thayib ibadah kurbannya," jelasnya.

Reporter: Ika Defianti

Rekomendasi