Belum punya data, Polri akan telusuri 40 masjid di Jakarta terpapar radikalisme

Polri belum bisa berkomentar banyak soal data tersebut. Termasuk mencari siapa yang harus bertanggung jawab atas penyebaran paham radikal dan intoleransi yang dimaksud. "Kalau masjid kan ada DKM (pengurus masjid). Nanti kita cek. Kan kita belum tahu," ucap Kadiv Humas Mabes Polri.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Belum punya data, Polri akan telusuri 40 masjid di Jakarta terpapar radikalisme
ilustrasi masjid. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Naufal MQ

Sebanyak 40 masjid di Jakarta diduga disusupi paham radikalisme dan intoleransi. Polri akan menelusuri informasi itu.

"Saya cek dulu. Saya tidak punya datanya," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di kantornya, Jakarta, Kamis (7/6).

Setyo belum bisa berkomentar banyak soal data tersebut. Termasuk mencari siapa yang harus bertanggung jawab atas penyebaran paham radikal dan intoleransi yang dimaksud.

"Kalau masjid kan ada DKM (pengurus masjid). Nanti kita cek. Kan kita belum tahu," ucap Setyo.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut ada 40 masjid di wilayahnya yang terpapar radikalisme dan intoleransi. Namun Sandiaga enggan membeberkan masjid-masjid tersebut dengan alasan mencegah perpecahan.

Pernyataan Sandi dikuatkan Kepala BIN Jenderal Purnawirawan Polri Budi Gunawan. BG mengakui, 40 masjid dan pondok pesantren itu dalam pantauan lembaganya.

BG juga enggan menyebut masjid-masjid yang terpapar paham radikal itu dengan alasan, data tersebut bukan konsumsi publik.

Sementara Wakil Presiden yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla mengaku belum menerima data masjid yang terpapar radikalisme.

Reporter: Nafiysul Qodar

Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi