Melihat kegiatan pertama di Monas saat DKI dipimpin Anies-Sandi

Gubernur DKI Jakarta sebelumnya Basuki diketahui melarang Monas dijadikan kegiatan keagamaan.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Melihat kegiatan pertama di Monas saat DKI dipimpin Anies-Sandi
Tausiyah kebangsaan di lapangan silang monas. ©2017 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Pada Minggu (26/11) malam untuk pertama kalinya kawasan Monumen Nasional (Monas) kembali diperbolehkan menjadi lokasi keagamaan. Kegiatan pertama tersebut yakni Tausiyah Kebangsaan memperingati Hari Pahlawan dan Maulid Nabi Muhammad.Kegiatan keagamaan resmi diperbolehkan usai Gubernur Anies Baswedan merevisi Pergub Nomor 160 Tahun 2017 menjadi Pergub Nomor 186 tahun 2017 yang memperbolehkan Monas digunakan lagi untuk kegiatan pendidikan, sosial, budaya, dan keagamaan.Gubernur DKI Jakarta sebelumnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melarang Monas dijadikan lokasi keagamaan. Dia beralasan, untuk kegiatan keagamaan dapat dilakukan di rumah ibadah. Tak perlu digelar di Monas.Alasan lainnya, Ahok menyebut dilarangnya kegiatan keagamaan di MOnas karena dikhawatirkan kawasan Monas yang telah steril dari pedagang kaki lima (PKL) akan kembali dipenuhi para PKL yang ingin meraup rezeki saat kegiatan dilakukan.Kegiatan keagamaan pertama yang digelar di Monas dihadiri oleh tokoh yang mendukung Anies-Sandi pada Pilgub DKI Jakarta. Mereka di antaranya, Presiden PKS Sohibul Iman, Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana. Wakil Ketua DPRD DKI yang juga ketua DPD DKI Gerindra juga terlihat hadir. Dalam sambutan di acara tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan akan berkoordinasi dengan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mengatur jadwal setiap kegiatan di lapangan silang monas. Dia akan membentuk tim khusus guna mengatur jadwal kegiatan di Monas."Kita akan bentuk tim penjadwalan di Monas yang melibatkan banyak pihak. Bersama SKPD-SKPD juga kita berkoordinasi," katanya.Sandi menyebutkan Monas milik warga Jakarta sehingga kegiatan yang dilakukan tidak harus dibatasi. Walau begitu, dia juga berharap warga tertib dan menjaga kebersihan Monas sebagai lambang ibu kota."Ya ini milik masyarakat jadi kita perlu ruang terbuka dan masyarakat hari ini kita gongnya untuk bahwa Monas ini adalah warga Jakarta milik masyarakat Indonesia," kata Sandi.Saat kegiatan keagamaan di Monas, Politikus Gerindra ini berharap agar ulama dan umatnya bisa bersanding dan memperlihatkan kondisi yang bersatu nan damai.

"Mulai hari ini masyarakat bisa manfaatkan kawasan Monas, untuk kegiatan agama dan budaya dan mempererat kesatuan dan persatuan," katanya.

Sementara, Anies mengatakan, diperbolehkannya Monas kembali dijadikan lokasi keagamaan merupakan salah satu janji dalam kampanyenya di Pilgub. Dia menyebut memenuhi janjinya itu lewat revisi pergub.Sambutan yang diberikan oleh Anies dan Sandi itu disambut meriah oleh peserta kirab kebangsaan. Mereka kompak meneriakkan takbir kala keduanya menyebut Monas kini milik warga ibu kota negara.

Rekomendasi