Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi membuat pertemuan dengan tema coffee morning Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di rumah dinasnya. Ia mengatakan coffee morning ini menjadi terobosan baru bersilaturahmi antara eksekutif dan legislatif. "Terus terang saja kita Pak Anies dengan Pak sandi dengan kita itu enggak ada masalah, pada waktunya akan membacakan visi-misinya di posisi paripurna yang betul," tegas Prasetio usai coffee morning di rumah dinasnya di jalan Imam Bonjol nomor 37 Jakarta Pusat, Senin (6/11).Untuk itu usai pertemuan ini, legislatif dan eksekutif siap bekerjasama membangun Jakarta lima tahun ke depan. Menurutnya tidak ada lagi pertarungan pilkada semua sudah usai yang ada saat ini mengawal Jakarta untuk lima tahun ke depan.Terlebih terkait anggaran, saat ini eksekutif dan legislatif sedang membahas terkait APBD 2018. Pras memberikan istilah Anies-Sandi yang memiliki uangnya dan dialah yang mempunya palu untuk memutuskan. "Saya punya palunya, kalau keuangan enggak beres saya nggak akan ketok palu, dan saya ngomong dengan pak Anies dan pak Sandi ya itu yang saya omongkan salah satunya. Karena bukan apa-apa, dengan anggaran Rp 76 triliun ini bukan anggaran yang kecil, kalau enggak sampai ke masyarakat kan resikonya kita berdua pemerintahan ada eksekutif dan legislatif," katanya.Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan pertemuan ini dalam suasana yang cair dan menyenangkan. Anies mengatakan pertemuan ini menjadi awal yang baik antara eksekutif dan legislatif."Ini adalah tradisi yang akan kita bangun bahwa Forum Koordinasi Pimpinan Daerah tingkat kabupaten/kota (Forkominda) memang bertemu secara reguler, berkala dalam coffee morning ini. Rasanya kita tadi disampaikan pak soni, adalah suasana kondusif untuk Jakarta yang lebih baik," ujarnya.
Gelar coffee morning, Prasetio singgung APBD DKI 2018 ke Anies-Sandi
Untuk itu usai pertemuan ini, legislatif dan eksekutif siap bekerjasama membangun Jakarta lima tahun kedepan. Menurutnya tidak ada lagi pertarungan pilkada semua sudah usai yang ada saat ini mengawal Jakarta untuk lima tahun kedepan.
Rekomendasi