Keliling kota dengan Qute, Isa tetap nyaman dan tak kepanasan

Keliling kota dengan Qute, Isa tetap nyaman dan tak kepanasan. Isa mengakui, angkutan mungil ini lebih nyaman dibandingkan bajaj atau bemo yang sudah tidak beroperasi lagi. Isa merasa nyaman menggunakan angkutan mungil ini. Kursinya juga empuk. Meski tidak ada AC, tapi dia tidak merasa kepanasan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Keliling kota dengan Qute, Isa tetap nyaman dan tak kepanasan
Angkutan Qute. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Wajah Jakarta, khususnya di sekitar kawasan Kota, beberapa bulan terakhir dimeriahkan dengan kehadiran Qute. Bentuknya tergolong unik, mirip mobil mini. Kendaraan ini lahir sebagai pengganti angkutan rakyat, bajaj roda tiga.

Kendaraan buatan India ini memiliki fasilitas mumpuni layaknya mobil. Bedanya tidak ada pendingin udara. Penumpang hanya bisa menikmati semilir angin alam.

"Kayak naik mobil sendiri, bedanya lebih kecil, terus lebih alami karena anginnya langsung dari angin alam," kata salah satu penumpang, Isa (25) di Kawasan Kota-King, Jakarta, Selasa (1/8).

Secara jujur Isa mengakui, angkutan mungil ini lebih nyaman dibandingkan bajaj atau bemo yang sudah tidak beroperasi lagi. Isa merasa nyaman menggunakan angkutan mungil ini. Kursinya juga empuk. Meski tidak ada AC, tapi dia tidak merasa kepanasan.

"Terus bunyinya tidak berisik kayak bemo dan bajaj, lebih sepi," tuturnya.

Isa baru dua kali menggunakan jasa angkutan Qute. Didorong rasa ingin tahunya terhadap angkutan ini. "Ini kedua kalinya, pertama coba terus ketagihan. Sekalian jalan-jalan juga sama anak, harganya pun murah meriah," kata Isa.

Angkutan Qute ini mampu mengangkut 3 sampai 4 orang. Rutenya terbatas yaitu Kota sampai King dengan tarif yang sangat murah.

"Bisa tiga sampai empat orang, depan satu belakang bisa tiga orang. Ongkosnya jauh dekat cuma Rp 5.000," kata salah satu supir Angkutan Qute rute Kota-King, Abdurohim.

Abdurohim menuturkan, jumlah angkutan Qute yang beroperasi di kawasan Kota sudah mencapai 45 unit. Jumlahnya semakin hari bertambah banyak.

Meskipun sudah mencapai 45 unit, angkutan Qute belum mempunyai pool atau terminal tersendiri sehingga masih berhenti di sembarang tempat.

"Belum ada terminalnya, jadi saya sama temen-temen mangkal di pinggir jalan. Terus kalau pulang ya dibawa ke rumah masing-masing," ucapnya.

Rekomendasi