Ahok sebut parkir meter kurangi korupsi & tambah pendapatan DKI

Ahok mengatakan penggunaan parkir meter sangat efektif buat mengurangi jumlah juru parkir dan praktik pungli.

Nurul Afrida
Oleh Nurul Afrida - Reporter
Ahok sebut parkir meter kurangi korupsi & tambah pendapatan DKI
Ahok. ©2014 merdeka.com/fikri faqih

DKI Jakarta mulai menerapkan parkir meter di beberapa lokasi. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, salah satu efek positif dari penggunaan parkir meter adalah pendapatan DKI Jakarta menjadi lebih tinggi."Yang pasti saya tidak tahu, tapi dengan parkir meter lebih tinggi (pendapatan DKI). Jadi parkir meter tidak berubah sistem penarikan duit dari juru parkir. Hanya juru parkirnya tidak ngomong kontan. Masukin ke uang. Uang di debet," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (4/5).Selain itu, Ahok menilai dengan digunakannya parkir meter korupsi dapat diminimalisir. "Jadi mesin ibaratnya supaya enggak dicolong. Kan kalau duit kontan hijau-hijau matanya," ujarnya.Ahok mengatakan penggunaan parkir meter sangat efektif buat mengurangi jumlah juru parkir dan praktik pungli."Dengan model ini kita mengurangi juru parkir. Hanya oknum ormas-ormas tertentu yang jatah-jatahan itu hilang," ujar Ahok.Ahok menjelaskan warga DKI yang menjadi juru parkir meter akan diberi upah sesuai UMP. Tak cuma itu, anak-anak mereka menerima Kartu Jakarta Pintar dan tidak perlu membayar saat naik bus Transjakarta."Kita berdayakan semua tukang parkir meter, malah dapat gaji gede UMP. Anaknya bisa dapat KJP, naik bus enggak bayar," jelasnya.Diketahui sebelumnya, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menilai sistem parkir meter tidak cocok diterapkan di Jakarta. Sebab, dia menilai pola yang diterapkan dalam sistem parkir model tersebut tidak cocok dengan budaya orang Indonesia.Dia menilai sistem parkir meter hanya cocok diterapkan di negara yang karakter masyarakatnya individualis. Hal yang disebut Sandi berbeda dengan karakter masyarakat Indonesia."Kalau kita lihat di sini parkir kita dibantuin, mau belanja ada yang bantuin. Karena memang banyak lapangan pekerjaan yang dibutuhkan," kata Sandi.

Rekomendasi