Di tangan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 DKI Jakarta berlangsung cepat tanpa polemik. Berbeda dengan Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama.Di zaman Ahok, sapaan Basuki, pembahasan anggaran berlarut-larut. Bahkan terjadi ketegangan dengan DPRD DKI sebagai mitra kerja.Pria yang akrab disapa Soni itu membeberkan resepnya. Menurutnya, cepatnya pembahasan APBD DKI 2017 tidak lepas dari kerjasama yang alot antara pihak Pemerintah Provinsi (eksekutif) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (legislatif)."Yang jelas menurut saya karena jadwal DPRD mau diajak bekerja keras, seminggu bisa paripurna 2 sampai 3 kali," kata Sumarsono, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (20/12).Sumarsono juga menambahkan, jika salah satu pihak berhalangan untuk mengadakan rapat, maka segera dijadwalkan waktu yang tepat sebagai penggantinya."Ini adalah kunci utama kenapa ini lebih cepat, dan bisa lebih sukses, waktunya pun kompromi. DPRD enggak keberatan paripurna seminggu 2 kali bahkan 3 kali dengan OPD. ini satu hal luar biasa," ungkapnya.Sebagai pihak eksekutif, Soni sangat mengapresiasi para anggota dewan yang selalu komunikatif dan bisa bekerja sama dengan baik. Dia berharap hal ini bisa ditiru oleh seluruh provinsi di Indonesia."Itu lah beban saya, saya itu Dirjen Otda, apa yang saya lakukan di lapangan sebagai Plt Gubernur harus banyak dicontoh daerah lainnya, dan pasti mereka akan melihat itu," terangnya.Artinya, seluruh proses pemerintahan akan berjalan cepat dan baik bila komunikasi dengan mitra kerja berkesinambungan. "Seluruh Indonesia ini berkiblat ke DKI, saya kira gubernurnya siapapun juga yang melanjutkan Jakarta ini sampai kapanpun yang jelas pemerintahan, ada kata di belakangnya ada eksekutif dan DPRD. APBD bukan milik eksekutif tapi juga milik DPRD, bareng-bareng lah," tandasnya.
Resep Sumarsono bikin pembahasan APBD tak berpolemik & lekas beres
Resep Sumarsono bikin pembahasan APBD tak berpolemik & lekas beres. "Yang jelas menurut saya karena jadwal DPRD mau diajak bekerja keras, seminggu bisa paripurna 2 sampai 3 kali. Ini adalah kunci utama kenapa ini lebih cepat, dan bisa lebih sukses, waktunya pun kompromi," kata Sumarsono.
Advertisement
Rekomendasi