Ahok mau sulap eks Kedubes Inggris jadi cagar budaya dan tempat demo

Selain itu, bakal dijadikan juga sebagai tempat fasilitas Dinas Perhubungan.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Ahok mau sulap eks Kedubes Inggris jadi cagar budaya dan tempat demo
Ahok. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mempercepat pembelian lahan eks Kedubes Inggris yang berada di kawasan Bunderan HI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Lahan bekas kantor kedutaan besar bakal dijadikan cagar budaya dan beberapa fasilitas untuk Dinas Perhubungan."Lahannya tetap sama, kita mau jadiin cagar budaya, sehingga semua nanti fasilitas Dinas Perhubungan untuk memonitor MRT, LRT termasuk nanti dari Dirlantas semua mau disatuin di situ," kata Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama di Balaikota Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (19/8).Tak hanya itu, di atas lahan 5000 meter persegi itu rencananya juga akan dibuat tempat unjuk rasa warga bagi para pendemo. Disediakan pula tempat untuk konferensi pers bagi para pendemo. "Jadi kalau orang demo yang mau diliput wartawan, kita sedian semua di lantai bawah untuk konferensi persnya. Kalau mau demo, wartawan juga enak, sama-sama enak. Sampaikan aspirasi di situ," papar Basuki yang akrab disapa Ahok.Sebelumnya diketahui, Kedubes Inggris saat ini sudah pindah di kawasan Patra Kuningan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Kedubes Inggris berjanji bakal menjual bekas lahannya itu ke Pemprov DKI. Ahok sempat meradang karena pembelian lahan itu tidak kunjung dilakukan oleh Dinas Pertamanan. Rencana pembelian lahan bekas Kedubes Inggris itu sebenarnya sudah sejak tahun 2013. Dia naik darah sebab Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam T Malik seperti mengemis-ngemis dengan bertanya apakah Pemprov DKI jadi membeli lahan itu. Sebab, Deutsche Bank dikabarkan ingin menyalip Pemprov DKI untuk membeli lahan tersebut dengan harga lebih mahal.

Rekomendasi