Wilayah Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara kini telah rata. Tak ada lagi bangunan rumah dan hiruk pikuk warga yang biasa menyesaki kampung nelayan tersebut.Penggusuran dilakukan Pemprov DKI Jakarta sebagai kelanjutan revitalisasi kawasan utara Jakarta. Namun, Pemprov tak hanya sekadar menggusur melainkan menyediakan rumah susun (rusun) di Marunda, Rawa Bebek, dan Kapuk Muara sebagai ganti hunian para warga Pasar Ikan.Sayangnya, rusun yang disediakan tak serta merta membuat para warga betah. Mereka mengeluhkan lokasi rusun yang terlalu jauh, sedangkan rutinitas warga terpusat di Pasar Ikan lantaran mayoritas berprofesi sebagai nelayan pesisir utara. Selain itu, warga juga telah menempati lokasi tersebut sejak puluhan tahun lalu.Alhasil, beberapa bulan pasca digusur, warga Pasar Ikan dibantu dengan pelbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta bantuan dari sejumlah pihak mendirikan tenda serta gubuk darurat. Yang terpenting bagi mereka yakni bisa menduduki tanah yang sudah puluhan tahun ditempati dan dapat mencari nafkah sesuai keahlian mereka yakni, mencari ikan.Saat merdeka.com mendatangi lokasi terlihat tawa ceria sekumpulan warga Pasar Ikan tengah asyik bermain kartu di sebuah gubuk yang di bangun dua hari lalu."Nah, kalah.. Udah di tolongin malah kalah," seru para pria paruh baya tersebut.Salah satu warga, Dahuri (36) mengungkapkan gubuk yang dibangun ini atas inisiatif para warga. Warga membangun kembali gubuk-gubuk yang berada di kawasan Pasar Ikan (Akuarium).
Advertisement
"Bikinnya, udah dua hari lalu mbak, belum ada seminggu. Kita bangun dari uang sendiri," tutur Dahuri, Kamis (12/5).Beberapa hari ini para warga yang tinggal di perahu sebagian telah berpindah ke tenda-tenda yang disediakan oleh para relawan."Ini ada tujuh tenda yang udah di bangun, rencana mau ada tambahan lagi. Warga yang tinggal di rusun juga pada pindah ke tenda, nggak betah mungkin kali ya. Warga yang tinggal di perahu sebagian sudah pindah ke tenda juga, ada yang bangun gubuk juga," terangnya.Ia juga mengaku bahwa selama ini para warga apabila MCK pergi ke kampung sebelah, yakni kampung Luar Batang."Kalau kita MCK di Luar Batang situ mbak, tapi ada yang di bangun juga di dalem sono deket tenda-tenda itu. Alhamdulillah ada relawan-relawan yang bantu kita buat kebutuhan hidup sehari-hari," tutupnya.Rupanya, pendirian tenda dan gubuk tersebut sudah sampai ke telingan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahok meradang dan mengancam akan menggusur kembali tenda dan gubuk yang terdapat di sana.Ahok menuturkan, warga yang tinggal di tenda mengaku tidak nyaman dan sanggup bayar uang sewa di Rumah Susun Sederhana Sewa. Alhasil mereka bertahan di lokasi bekas rumah mereka dengan mengharapkan bantuan makanan dan tenda dari Lembaga Swadaya Masyarakat maupun dari Prabowo."Mestinya ditertibkan. Logikanya begini, mereka mengklaim itu sudah dari dulu (tinggal di situ) sudah ada kampung itu. Gimana masuk akal mengklaim sudah lama di kampung itu?," katanya di Balai Kota DKI Jakarta.Mantan Bupati Belitung Timur ini menegaskan, tidak ada urusan dengan tenda yang diberikan Prabowo. Pemprov DKI Jakarta memastikan akan segera menertibkannya, terlebih kalau warga tidak mau kembali menempati Rusunawa maupun pindah. "Ya mau tenda siapapun ya, kalau dia enggak mau pergi, pasti kita tertibkan," tegas Ahok.Untuk diketahui, terdapat 4.929 jiwa atau 1.728 kepala keluarga (KK) yang mendiami kawasan RW 04 Pasar Ikan. Dan terdapat 893 bangunan yang bakal digusur, yakni 347 unit berupa kios, 225 hunian di RT 01, 58 hunian di RT 02, 168 hunian di RT 11, dan 95 hunian di RT 12.