Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui masih belum dapat memaksimalkan terminal parkir elektrik (TPE). Alhasil masih banyak juru parkir liar atau 'Pak Ogah' di beberapa kawasan Jakarta.Untuk itu Ahok mengharapkan dalam waktu dekat semua 'Pak Ogah' dapat dibersihkan. Sehingga penerapan TPE dapat maksimal."Semua belum diberesin. Kalau sudah, mestinya bisa. Kami pingin semua on street pasang mesin. Itu saja," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/4).Sebelumnya, Wakil Kepala Satpol PP Yani Wahyu P mengatakan, langkah ini dilakukan untuk menjalankan 5 tertib lalu lintas. Mengingat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama juga menginstruksikan untuk melakukan penertiban."Di mana kadang-kadang malah menyebabkan kemacetan dan menjurus ke kriminal. Kalau gak dikasih mereka maki-maki dan bahkan merusak kendaraan pengguna jalan.? Ini sebagai tindaklanjut pengaduan masyarakat," tegasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (26/4).Dalam penertiban yang dilakukan kemarin, Senin (25/4), sudah ada 35 orang pak ogah diamankan di kawasan Jakarta Pusat. Sedangkan di kawasan Jakarta Barat diamankan 11 orang. "Utara, Timur dan Selatan besok akan dimulai," tuturnya.Untuk mempercepat penertiban ini, Yani mengungkapkan, akan menerapkan target penjaringan Pak Ogah. Harapannya, petugas yang bertugas di lapangan terus melakukan pengawasan dan penjaringan di wilayahnya masing-masing."Ditarget masing-masing wilayah kota untuk menjaring minimal 10 Pak Ogah setiap hari," tutupnya.
Ahok sebut parkir elektrik tak maksimal karena banyak 'Pak Ogah
Ahok mengharapkan dalam waktu dekat semua 'Pak Ogah' dapat dibersihkan.