Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan Pemprov DKI bakal memperbaiki jalur pejalan kaki (pedestrian) yang selama ini dinilai kurang layak dan nyaman bagi masyarakat. Ahok ingin menyelesaikan permasalahan itu agar lebih baik.Ahok mengatakan sebenarnya warga DKI sangat senang berjalan kaki. Namun karena faktor kenyamanan dan keamanan membuat mereka enggan, dan memilih menggunakan kendaraan pribadi. Ketidaknyamanan itu, katanya, disebabkan banyaknya galian-galian dan kabel-kabel proyek yang biasa menghiasi di trotoar Ibu Kota. Oleh sebab itu, nantinya selain diperlebar, Ahok ingin trotoar-trotoar tersebut disediakan wadah kabel-kabel (utilitas) atau yang biasa disebut 'box ducting' agar tidak mengganggu pejalan kaki."Jadi ke depan trotoar kita bikin lebar dan bagus, ada boks untuk ducting. Jadi orang kalau mau pasang kabel di Jakarta dia cukup turun di situ, dia bor 30 meter, jadi enggak merusak trotoar yang ada," kata Ahok dalam lokakarya di kantor Dinas Bina Marga DKI dengan tema Pembangunan Kota Jakarta Berorientasi Pejalan Kaki (Pedestrian), Jalan Taman Jatibaru, Jakarta, Selasa (2/2).Ditambahkannya, desain trotoar ini akan dicoba di beberapa wilayah, semisal di Rawamangun, Jakarta Timur, Grogol, Jakarta Barat dan Tanah Abang, Jakarta Pusat."Ini komunitas yang desain. Saya ingin desainnya per wilayah saja kasih contoh. Misalnya kita katakan terminal Tanah Abang, Rawamangun, atau Grogol, tergantung mereka mau yang mana. Pedestriannya mesti jelas bagus. Kita coba dulu," terang mantan politisi Gerindra itu.Lebih lanjut Ahok menambahkan, untuk mengubah wajah baru trotoar di Jakarta tidak hanya akan dilakukan di jalan-jalan besar, namun juga di permukiman warga DKI."Saya harap tahun ini kita akan mulai sebuah sistem baru untuk pedestrian seluruh Jakarta. Kalau jalan-jalan kampung mungkin mulai Maret-April sudah mulai bergerak," pungkasnya.
Ahok akui trotoar di DKI tak nyaman untuk pejalan kaki
"Jadi ke depan trotoar kita bikin lebar dan bagus, ada box untuk ducting," kata Ahok.
Advertisement