Siapkan dana Rp 3,3 T, 21 ribu unit rusunawa dibangun di 15 lokasi

Proses Groundbreaking dimulai Agustus nanti.

Mohammad Yudha Prasetya
Siapkan dana Rp 3,3 T, 21 ribu unit rusunawa dibangun di 15 lokasi
Rusun Marunda. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Pemprov DKI Jakarta akan memulai pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) sebanyak 21 ribu unit, yang tersebar di 15 lokasi di wilayah DKI Jakarta.Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemprov DKI Jakarta, Ika Lestari Adji mengatakan, program yang akan di-groundbreaking pada Agustus 2015 mendatang itu, dianggarkan dari APBD DKI sebesar Rp 3,3 triliun, melalui Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada PT Jakarta Propertindo."Anggarannya murni pakai APBD DKI yang disertakan ke BUMD, dan rencananya kepada PT Jakarta Propertindo. Groundbreaking dimulai pada akhir Agustus nanti," ujar Ika ketika dihubungi, Selasa (23/6).Ika menjelaskan penyebaran ke 21 ribu unit rusunawa tersebut, di mana lima rusunawa akan dibangun di kawasan Kampung Bandan dengan jumlah 1.054 unit, di Ujung Menteng sebanyak 1.054 unit, di Rawa Buaya sebanyak 4.576 unit, di Waduk Pluit sebanyak 4.000 unit, dan di Wisma Atlet Kemayoran sebanyak 5.566 unit."Sisanya akan dibangun di 10 lokasi pasar tradisional‎, untuk menjadi rusun terpadu, yaitu di Pasar Sunter, Pasar Cempaka Putih, Pasar Jembatan Besi, Pasar Sindang, Pasar Serdang, Pasar Grogol, Pasar Lontar Kebon Melati, Pasar Jelambar Polri, Pasar Sukapura dan Pasar Blok G Tanah Abang," ujar Ika.Nantinya, masing-masing unit pada rusunawa yang dibangun Pemprov DKI Jakarta itu rencananya akan memiliki luas 30 meter persegi. Unit-unit tersebut akan diberikan kepada warga yang selama ini hidup di kawasan bantaran kali dan pinggir rel kereta api di ibu kota, yang terkena imbas dari program normalisasi sungai, bantaran kali, atau rel kerta api milik Pemprov DKI Jakarta.

Rekomendasi