Terkendala importir, Jakarta masih disesaki 7.000 bajaj oranye

Meski demikian, pemprov DKI terus gencar mengganti bajaj dua tak dengan BBG.

Mustiana Lestari
Oleh Mustiana Lestari - Reporter
Terkendala importir, Jakarta masih disesaki 7.000 bajaj oranye
demo bajaj. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Pemprov DKI Jakarta serius dengan rencana mereka menghapus bajaj oranye dari Jakarta. Semua bajaj ke depan akan menggunakan bahan bakar gas.Kasi Angkutan Darat Dinas Perhubungan, Emmanuel Kristanto, menyebut dari 14.400 bajaj di Jakarta, 7.000 di antaranya masih bermesin 2 tak atau non BBG. Meski jumlah itu jauh berkurang dari tahun sebelumnya, tetap saja pengalihan bajaj tersebut masih berlangsung minim."Kendalanya pasokan bajaj terbatas, importir hanya beberapa padahal kebutuhan besar. Mereka sebenarnya suka hati kalau diganti," kata Emmanuel di Balai Kota, Jakarta, Senin (25/5).Selain itu, kendala lainnya untuk mengganti bajaj 2 tak ke BBG karena ada persyaratannya. Yaitu lulus administrasi dan fisik."Setelah itu bajaj lama disc rapping lalu dipotong-potong dan dihancurkan dibawa ke peleburan," sambungnya.Emmanuel mengatakan, setidaknya satu bajaj dua tak yang dijadikan BBG setiap seminggu. Untuk mempermudah transformasi bajaj ini pihaknya akan membantu sopir atau pemilik bajaj untuk izin dan fasilitas lainnya.

Rekomendasi