Ahok heran di tengah-tengah sungai berdiri permukiman warga

Terdapat 980 rumah yang berdiri di lahan tersebut, dan hampir seluruhnya dibangun permanen.

Sherly Iskandar
Oleh Sherly Iskandar - Reporter
Ahok heran di tengah-tengah sungai berdiri permukiman warga
Ahok pakai baju chelsea. ©2014 Merdeka.com

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, kendala penanganan banjir di Jakarta bukan soal koordinasi. Pria yang akrab disapa Ahok ini menjelaskan hal tersebut disebabkan oleh pintu pompa yang belum dibetulkan. Juga pemindahan bagi warga yang sudah lama menempati lahan seharusnya digunakan untuk saluran pengalihan air."Kayak sekarang Gunung Sahari meluap karena Marina belum dipasang (pompa). Pintunya kan bocor. Marina itu mesti ditutup belom ditutup kan. Kalau lagi pasang, air laut masuk ke dalam. Nah, sementara kita bisa alihkan gak ke pintu air di pasar ikan? Bisa. Masalahnya dari jembatan merah lewat belakang Husada tembus sampai sana itu ada 2,8 km rumah di tengah-tengah sungai," ujarnya di Balai Kota, Senin (26/1).Ahok menerangkan, terdapat 980 rumah yang berdiri di lahan tersebut, dan hampir semua terbuat dari beton dan permanen. Warga di sana diperkirakan sudah tinggal selama lebih dari 30 tahun.Dicurigai ada oknum-oknum pejabat di masa lalu yang sengaja menjual lahan-lahan tersebut. Karena ketika Ahok bandingkan peta Jakarta yang lama, lahan-lahan yang saat ini sedang dirapikan tersebut masih kosong."Di Jakarta kalau peta yang lama, waduk pluit segala macam, tahun 80 itu masih kosong. Saya menduga dulu mungkin ada oknum-oknum pejabat yang sengaja menjual lahan-lahan ini. Jangan-jangan mereka yang sewa-sewa," tutupnya.

Rekomendasi